Minggu, 25 November 2012

Membongkar Bisnis Esek Esek Para ABG [Video]

Anak Baru Gede (ABG) dalam bisnis prostitusi di Indonesia, tampaknya masih menjadi primadona yang bisa mendatangkan keuntungan besar bagi para mucikari maupun sindikat perdagangan manusia. Ini tak bisa dilepaskan dari banyaknya pria hidung belang yang berani membayar tinggi bila dilayani oleh wanita berumur belasan tahun, bahkan mungkin anak usia 14 atau 15 tahun.
 Kenyataan inilah yang membuat sindikat perdagangan anak untuk tujuan dipekerjakan di tempat prostitusi semakin berani mencari korban. Sindikat yang terorganisir rapi ini biasanya mencari gadis-gadis belia hingga ke pelosok desa, terutama yang ekonomi dan pendidikannya sangat minim. Para gadis ABG ini dijanjikan bekerja di salon, restoran maupun cafe dengan gaji yang tinggi. Tak hanya itu saja, orang tua si gadis juga diiming-imingi sejumlah uang agar merelakan anaknya untuk dibawa ke kota.

Masalah trafficking atau perdagangan anak (yaitu seseorang yang berumur di bawah 18 tahun) ini, apapun tujuannya dan dalam berbagai bentuknya, merupakan persoalan Hak Asasi manusia, khususnya Hak-hak Anak. Di dalam Konvensi Hak-hak Anak (KHA), ditegaskan bahwa anak berhak mendapatkan perlindungan dari penculikan, perdagangan dan penjualan anak untuk tujuan atau dalam bentuk apapun (pasal 35).

Hanya saja, hukuman bagi para pelaku traffiking ini tampaknya masih terlalu ringan. Kita bisa melihat dalam Pasal 297 KHUP menyatakan bahwa :"perdagangan wanita dan perdagangan anak laki laki yang belum dewasa,diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun'.

Sementara bagi para pria yang menggunakan jasa ABG ini, hukumannya bisa mencapai 9 tahun, seperti pada Pasal 287 KUHP : "barang siapa bersetubuh dengan seorang wanita di luar perkawinan,padahal diketahui atau sepatutnya harus diduganya bahwa umurnya belum 15 (lima belas) tahun, atau kalau umurnya tidak jelas, bahwa belum waktunya di kawini,diancam dengan penjara paling lama 9 (sembilan) tahun".

Mengenai bisnis sex yang melibatkan para ABG ini, tak ada salahnya menyimak video yang satu ini.

Advertiser