Rabu, 29 Januari 2014

Hubungan Seks Kurang, Seribu Wanita Arab Minta Cerai

Lebih dari 1.650 orang di Arab Saudi, meminta cerai karena kurangnya hubungan seks dalam pernikahan mereka.

Dari jumlah itu, mayoritas gugatan cerai diajukan oleh kaum perempuan. Sepanjang tahun 2013 itu tercatat, 1.371 gugatan cerai diajukan oleh kaum Hawa. Sementara hanya 238 gugatan cerai yang diajukan kaum pria.

Demikian menurut data statistik tahun 2013 yang baru dirilis Kementerian Kehakiman Saudi seperti dilansir media Al Arabiya, Rabu (29/1/2014).

Menurut Ahmed Saqia, penasihat hukum dan manta hakim, pengajuan cerai kebanyakan terjadi di kampung halaman si wanita dan persidangan berlangsung tak lebih dari delapan hari, mengingat "sensitifnya masalah ini."

"Masyarakat kita dipengaruhi oleh lingkungannya. Sebagian orang, khususnya di wilayah-wilayah terpencil dan pinggiran, yakin bahwa pergi ke pengadilan (karena kurangnya seks) adalah hal yang memalukan," tutur Saqia kepada Al Arabiya, seperti dikutip dari detik.com.

Dijelaskannya, sebagian besar pengajuan cerai itu diselesaikan lewat apa yang dinamakan cara-cara resolusi konflik. Ini mencakup rekonsiliasi berdasarkan syariat Islam.

Disampaikan Saqia, jika seorang wanita mengklaim dirinya tidak puas di tempat tidur, maka ini cukup menjadi alasan bagi hakim untuk mengabulkan permintaan cerai tersebut sesuai syariat Islam. Namun sekitar 60 persen gugatan cerai ini bisa diselesaikan lewat rekonsiliasi.

Saqia pun memuji keputusan Kementerian Kehakiman untuk merilis statistik mengenai isu sensitif tersebut.

"Membeberkan statistik seperti itu mencerminkan transparansi tingkat tinggi dan memungkinkan periset dan para pakar menangani masalah tersebut," tandas Saqia.

Advertiser