Rabu, 26 Februari 2014

Kisah Gadis 10 Tahun Sendirian Rawat Ayah Lumpuh [Nangis Bacanya!]

Kisah seorang anak berbakti yang sangat mengharukan di tunjukkan oleh seorang gadis kecil bernama Miranda. Gadis yang masih berusia 10 tahun ini melakukan sebuah perjuangan berat untuk merawat ayahnya yang lumpuh seorang diri. Ayah Miranda terkena stroke sehingga tidak bisa menggerakkan beberapa anggota tubuhnya.

Seperti dilansir vemale.com, gadis kecil yang tangguh ini setiap hari dengan ketekunannya merawat ayahnya, Sukri yang berusia 50 tahun yang hanya bisa terbaring tak berdaya di tempat tidur. Selama dua tahun terakhir, Miranda berjuang sendirian di rumahnya yang terletak di Jl. Ir Soekarno Kel Dapu Dapura, Kec Kendari Barat, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara.

Siapa sangka, seorang anak yang sangat ulet ini ternyata memiliki keterbelakangan mental. Setiap harinya Miranda merawat ayahnya, memandikannya, menyuapi makan, dan selalu menemani ayahnya. Di usianya yang masih membutuhkan kasih sayang dari kedua orangtuanya, Miranda malah memberikan kasih sayangnya kepada ayahnya.

Ayah Miranda, Sukri, memiliki lima orang anak. Namun, semuanya seakan tidak peduli dengan keadaan ayah mereka yang butuh bantuan. Saudara-saudara Miranda itu juga tidak peduli dengan keadaan Miranda yang mengalami keterbelakangan mental.

Berbeda dengan Miranda yang dengan kasih sayangnya merawat sang ayah. Miranda tidak pernah berpikiran untuk pergi meninggalkan ayahnya seorang diri. Miranda sangat kasihan dengan keadaan ayahnya yang lumpuh dan tidak berdaya.

Salah seorang tetangga Miranda, Amri S Herman, mengakui bahwa Miranda adalah sosok yang tangguh. Amri pernah menyarankan Miranda untuk pulang ke ibunya dengan nada bercanda. Namun, bocah yang amat menyayangi ayahnya ini malah menangis dan berkata siapa yang akan merawat ayahnya jika dia meninggalkannya sendirian.

Ibu Miranda sampai saat ini tidak diketahui keberadaannya. Ibunya diketahui pergi meninggalkan suami dan anaknya. Rumah keluarga mereka pun telah dijual untuk membayar hutang-hutangnya.

Ayah Miranda yang kini hanya bisa terbaring lemah dulunya merupakan pengusaha kayu yang cukup sukses. Keluarga Miranda memiliki rumah besar, mobil, motor, dan rumah makan. Keluarga Miranda juga memiliki lahan pertanian.

Sejak jatuh Sukri jatuh sakit sekitar 10 tahun yang lalu, seluruh usahanya diambil alih oleh istrinya. Namun sejak itu pula semua usaha dan bisnisnya mengalami kebangkrutan. Harta yang tersisa hanya sebuah rumah yang kemudian dijual untuk membayar hutang istrinya.

Menuut tetangganya, sekak 6 tahun yang lalu, Sukri dan Miranda kemudian tinggal menumpang pada salah seorang keponakannya. Rumah tumpangan itulah yang kini mereka berdua tinggali.

Anak seusia Miranda seharusnya duduk di bangku Sekolah Dasar kelas 4. Namun Miranda kini sudah tidak bersekolah lagi. Selain karena harus merawat ayahnya, Miranda mengalami keterbelakangan mental yang menjadi hambatannya selama di sekolah. Saat terakhir bersekolah, Miranda duduk di kelas 1 SD selama 4 tahun.

Miranda setiap harinya merawat, memandikan, membersihkan kotoran ayahnya di atas tempat tidur. Setiap harinya, gadis kecil yang sebenarnya juga mengalami kesusahan karena keterbelakangan mental ini mengambil makanan di rumah sepupunya yang tak jauh dari rumah tumpangan mereka.

Ketua Komnas Perlindungan Anak, Arist Merdeka Sirait mengatakan dirinya sangat prihatin dengan keadaan Miranda. Menurutnya Miranda harus memperoleh bantuan dari Dinas Sosial Pemerintah Daerah setempat dan warga di sekitarnya. Arist berharap Miranda dan ayahnya segera dievakuasi oleh Dinas Sosial di daerah itu.

Menurut tetangganya, Amri, bantuan sudah mulai berdatangan untuk membantu Miranda. Amri juga menyampaikan jika ada yang tergerak hatinya dan ingin membantu Miranda, bisa mengirimkannya melalui rekeningnya Bank Mandiri dengan nomor 1620000603252 atas nama Amri S Herman. Saat ada sumbangan masuk, Amri memaparkannya di halaman Facebooknya dan langsung diberikan kepada keluarga Andi Sukri dan Miranda.

Semoga keadaan Miranda dan Ayahnya segera membaik serta Miranda yang tangguh dapat bermain dan belajar seperti anak seusianya.

Advertiser