Sabtu, 22 Februari 2014

Menguak "Seks Indekos" Mahasiswa Bandung

Fenomena "Seks Indekos" yang dilakukan mahasiswa Bandung semakin marak. Perilaku seks bebas dan tinggal bersama di indekos, dianggap sudah lumrah. Warga Bandung pun resah.

Salah seorang warga, sebut saja namanya Budi (30) warga Dago Pojok, seolah sudah menutup mata dengan perilaku moral mahasiswa saat ini yang sudah 'sakit'.

Budi yang kesehariannya juga menjadi petugas parkir di salah satu kampus negeri di Bandung mengaku sudah tak berdaya dengan perilaku mahasiswa saat ini. Diakuinya asal tidak terang-terangan dan tidak ada laporan yang merugikan masyarakat maka dia dan kebanyakan warga lainnya menutup mata

"Sedikit demi sedikit warga Dago Pojok ini sudah habis dengan mereka yang punya duit. Mereka membeli lahan untuk dijadikan kos-kosan. Penduduk asli pun makin tersingkirkan, kami pun kadang bingung melihat kondisi tersebut," ungkapnya, seperti dikutip dari merdeka.com.

Dampak secara ekonomi memang cukup terasa, tapi lebih dari itu warga di Bandung semakin asing dengan daerahnya sendiri. Yang bisa dilakukan saat ini ia berharap bahwa pendatang itu bisa lebih menghargai penduduk asli.

Ihwal mahasiswa dengan perilaku seks bebasnya, Budi berharap pengawasan di kamar kos bisa lebih diperketat oleh pemilik. Saat mahasiswa merasa terancam karena malam hari dilarang memasukan lawan jenisnya ke kamar, siang hari pun harusnya dilakukan serupa.

"Saat ini orang merasa aman kalau datang ke kamar indekos siang, padahal itulah yang sebenarnya bisa dikatakan rawan pergaulan bebas, saya memang tidak tahu kalau memergoki perempuan keluar dari kosan pria itu habis ngapain, tapi itu seharusnya tidak boleh dilakukan," jelasnya.

Dia berharap banyak kepada Pemerintah Kota Bandung untuk mengambil upaya preventif kepada perilaku mahasiswa ini.

"Semuanya mari dirangkul, Ridwan Kamil Wali Kota yang baru sekarang ini sudah mulai menghidupkan Jumat Bersih, nah semoga ini juga bisa melibatkan mahasiswa, karena kalau penyuluhan-penyuluhan sudah bosan, di situlah kita susupi bahaya seks bebas," harapnya.

Advertiser