Minggu, 02 Maret 2014

4 Aksi Protes Paling Mengerikan di Dunia

Bila tidak sesuai dengan yang di inginkan, aksi protespun dilakukan. Banyak orang yang memilih cara melakukan protes biasa, seperti membawa massa atau melancarkan serangan lewat badan hukum dan jalur sah.

Namun ada pula cara protes yang ekstrem bahkan di luar akal sehat. Mulai dari menjahit mulut, membakar diri, hingga menggantung dirinya di kait besar, dan mengumpulkan darah merupakan sebagian aksi unjuk rasa banyak dikenal ekstrem di masyarakat dunia.

Berikut 4 Aksi Protes Paling Mengerikan Di Dunia yang Bikin geleng-geleng kepala, seperti dikutip dari merdeka.com

1. Paku buah zakar

Seorang seniman asal Rusia dilarikan ke rumah sakit sebab memaku buah zakarnya sendiri di Lapangan Merah, Ibu Kota Moskow. Ini dia lakukan demi memprotes sikap sewenang-wenang pemerintah pada hak politik warga.

Pyotr Pavlensky nama seniman itu duduk telanjang di depan monumen makam Vladimir Lenin bapak revolusi komunis Rusia. Beberapa pejalan kaki mencoba merekamnya namun para petugas kepolisian mencoba menutupi pemandangan mengerikan itu dengan selimut.

Pavlensky segera dilarikan ke klinik terdekat. Dia seniman sama yang menjahit mulutnya saat protes soal penangkapan grup band aliran punk perempuan Pussy Riot dua tahun lalu. "Semakin hari hak berpolitik di negara ini semakin miskin," ujarnya.

Polisi segera menahan Pavlensky sesaat setelah mendapat perawatan. Dia dikenal ekstrem dalam demonstrasi menyampaikan pendapatnya.

2. Potong penis

Setiap manusia pasti ingin menikah dengan seseorang dia cintai. Namun masih banyak praktik perjodohan membuat mereka yang mengalaminya merasa depresi.

Seorang pemuda asal Mesir tidak disebutkan namanya dari golongan kaya jatuh hati dengan gadis dari strata lebih rendah. Dia berusaha menyakinkan sang ayah agar mau menerima gadis itu. Usahanya sia-sia, keluarga tetap ingin menjodohkan si pemuda dengan perempuan juga mempunyai status ekonomi sama dengan keluarga mereka.

Peristiwa terjadi pada 2011 ini cukup membuat geger Negeri Sungai Nil itu. Si pemuda yang ogah dijodohkan nekat melancarkan protes dengan memotong penisnya. Para medis pun tidak mampu memasang kembali kelamin lelaki itu.

3. Hancurkan rumah sendiri

Pada 1978 di Pantai Fort Walton, Negara Bagian Florida, Amerika Serikat warga ngamuk lantaran pajak rumah mereka dinaikkan dua kali lipat. Mereka mempersenjatai diri dan melakukan protes dengan membuat petisi menolak kenaikan pajak tempat tinggal.

Namun salah satu warga dikenal sebagai penjual mobil memutuskan melakukan protes efektif langsung ditanggapi.

Dia mengumpulkan massa untuk melihat dirinya membakar dan merubuhkan rumahnya sendiri. Ini jelas tepat sasaran sebab pemerintah tidak bisa mengambil pajak dari rumah hancur.

4. Tabrakkan diri ke kereta cepat

Kasus bunuh diri di Jepang cukup tinggi terutama di kalangan anak muda. berbagai tekanan hidup mulai dari sosial dan pendidikan bisa membuat mereka depresi.

Pada 2010, sebuah sekolah di Jepang mengumumkan saham mereka telah dibeli sekolah lain dan ini membuat banyak murid kesal. Salah satunya bocah 11 tahun tidak disebutkan namanya. Dia merasa ini membawa konsekuensi buruk bagi dia dan teman-temannya.

Dia pun melakukan protes namun tidak berdaya dan suaranya seolah tidak didengar pihak sekolah. Akhirnya dia meninggalkan catatan agar sekolah tidak melakukan penggabungan.

Advertiser