Minggu, 02 Maret 2014

Din Syamsudin: Bagi Saya, Air Mineral Kemasan Itu Haram

Pernyataan mengejutkan disampaikan oleh Ketua PP Muhammadiyah Din Syamsudin, bahwa air kemasan yang beredar saat ini hukumnya adalah haram.

Menurut dia, air seharusnya dikuasai negara dan tidak boleh diprivatisasi. Jika air diprivatisasi, dia menilai air kemasan yang dijual hukumnya haram. Din juga mendesak pemerintah untuk segera malakukan pencabutan izin perusahaan air minum kemasan karena itu dianggapnya sudah menciderai Undang-undang Dasar 1945 Pasal 33 ayat 3, dan pihaknya pun saat ini sedang berupaya memperjuangkan gugatannya terhadap UU Nomor 7 Tahun 2004 tentang Sumber Daya Air.

UU tersebut membuka peluang privatisasi dan komersialisasi air. Apalagi pengelolaan air tersebut dilakukan oleh perusahaan swasta asing. Sebagai bentuk konkret imbas negatif komersialisasi air tersebut adalah banyaknya air kemasan berbagai merek. Sebab, air merupakan pangkal penciptaan dan sumber kehidupan.

"Air kemasan tidak boleh diserahkan ke swasta apalagi swasta asing. Air itu seharusnya dikuasai negara," ungkap Din Syamsuddin dalam Musyawarah Nasional Tarjih Muhammadiyah ke 28 di Palembang, seperti dikutip dari merdeka.com, Jumat (28/2/2014).

Ia mengungkapkan, jika air terus dikelola swasta untuk bisnis air kemasan, maka bukan tidak mungkin akan memberi dampak buruk bagi kehidupan manusia, seperti di bidang pertanian. "Sudah berapa jutaan kubik air yang disedot swasta dari bumi kita ini. Jika dibiarkan, bagaimana nasib pertanian kita ke depan," kata dia.

Oleh karena itu, dirinya menantang pimpinan tarjih Muhammadiyah untuk menetapkan fatwa haram terhadap air kemasan. Hal ini memperkuat landasan yudisial review UU Sumber Daya Air itu. "Saya tunggu apakah nanti difatwakan atau tidak. Kalau bagi saya, air kemasan itu haram," tukasnya.

Advertiser