Sabtu, 15 Maret 2014

Pesawat Malaysia Airlines Dibajak, Inilah Rutenya

Misteri hilangnya 239 penumpang yang berada dalam tubuh pesawat MH370 sudah melampaui angka150 jam, sejak berita hilangnya pesawat Malaysian Airlines ini pada tanggal 8 Maret 2014. Pencarian besar besaran oleh 14 negara, seakan menunjukkan ketidak berdayaan perangkat canggih untuk mendeksi keberadaan pesawat ini. Namun informasi terbaru pesawat MH370 diduga dibajak.

Seperti dikutip dari liputan6.com, Sabtu (15/3/2014), Sebuah informasi intelijen tentang analisis data elektronik dan satelit mengindikasikan pesawat MH370 jatuh di Teluk Bengal atau di tempat lain di Samudera Hindia. Data inilah yang membuat Amerika Serikat yakin dan mengirim Kapal USS Kidd ke Samudera Hindia.

India juga melakukan pencarian pesawat berisi 239 orang itu di sekitar Teluk Bengal. Namun sayangnya data intelijen ini tidak diungkap oleh pemerintah Malaysia.

Laman New York Times pada Jumat 14 Maret kemarin juga menulis pesawat MH370 juga melakukan beberapa kali perubahan ketinggian yang signifikan setelah sistem komunikasi (transponder) mati atau sengaja dimatikan. Sinyal radar militer Malaysia menunjukkan pesawat itu naik ke ketinggian 45.000 kaki. Ketinggian itu di berada atas batas ketinggian yang diizinkan untuk Boeing 777-200. Untuk diketahui, ketinggian normal untuk perjalanan jarak jauh jet komersial berada di antara 30.000 kaki hingga 40.000 kaki.

Setelah itu, pesawat menghilang dari pantauan radar penerbangan sipil dan berbelok dengan tajam ke arah barat. Setelah itu, pesawat berada pada ketinggian 23.000 kaki atau di bawah ketinggian yang diizinkan. Ini terjadi saat pesawat mendekati Penang.

Di sinilah diyakini pesawat berbelok dari arah barat laut dan terus menanjak ke ketinggian yang lebih tinggi. Pesawat itu kemudian menuju ke arah barat laut, terbang di atas Selat Malaka menuju Samudera Hindia.

Investigator juga mendapat data dari mesin Rolls-Royce pesawat yang menunjukkan ketinggiannya mencapai 40.000 kaki dalam rentang 1 menit. Data radar militer itu terakhir kali merekam pesawat rute Beijing itu berada pada ketinggian 29.500 kaki di arah barat daya.

Sementara, laman Malaysian Insider menulis kemungkinan pesawat itu mendarat ataupun jatuh di rangkaian kepulauan di Samudera Hindia.

2 Pejabat senior Kementerian Pertahanan AS atau Pentagon mengendus telah terjadi "intervensi manual" dari dalam pesawat yang menutup 2 sistem komunikasi di dalam pesawat. "Diyakini telah terjadi intervensi secara manual," ungkap sumber yang dilaporkan ABC News di Amerika Serikat, Jumat 14 Maret 2014.(lpt)

Advertiser