Sabtu, 12 April 2014

5 Mitos ini Bikin Remaja Terjerumus Seks Bebas

Cahgalek.com - Ada beberapa mitos seks yang biasa didengar para remaja yang masih belajar tentang arti cinta dan seks. Tapi mitos tersebut akan membuat kamu masuk kedalam jurang "Seks Bebas".

Kamu mungkin sering mendengar mitos tersebut. Tapi, kamu sebagai remaja cerdas berarti harus berani untuk bersikap kritis, caranya dengan menolak mitos yang sering dilontarkan tersebut. Karena mitos ini belum tentu benar, jadi kita harus berpikir apakah mitos itu benar atau salah.

[Baca Juga: Alasan Kenapa Cewek Kamu Mau Melepas Keperawanannya]

Inilah mitos-mitos yang bikin remaja terjerumus seks bebas, seperti dikutip dari polimoli.com

1. Seks sebagai bagian proses pendewasaan

Sebagian kalangan remaja dan kaum muda pernah muncul semacam prinsip yang menyebutkan bahwa dengan berhubungan seks, seseorang akan semakin dewasa.

Kaum muda usia ini lalu berlomba-lomba melakukan uji coba, berkelana, dan menikmati seks tanpa komitmen.

Jelas kedewasaan diri tidak ditentukan oleh apakah seseorang sudah berhubungan seks atau belum. Atau apakah seseorang banyak berhubungan seks atau tidak.

Tapi, Kedewasaan seseorang ditentukan oleh banyak hal. Kualitas pribadi yang menentukan apakah seseorang bisa disebut dewasa, misalnya sikap berani bertanggung jawab.

2. Seks sebagai bukti cinta sejati

Remaja perempuan atau gadis-gadis muda biasanya tertipu untuk menyerahkan dirinya untuk melakukan hubungan seks pranikah dengan alasan cinta. Di sisi lain, si gadis yang masih hijau ini jadi merasa GeEr, karena menganggap dirinya diinginkan.

Padahal cinta tidak bisa dibuktikan hanya lewat hubungan seks semata. Seks hanya mengungkapkan cinta sejauh ada komitmen dan tanggung jawab. Di luar itu, tak ada jaminan apa-apa. Bisa-bisa hanya dijadikan pemuasan nafsu saja. Begitu si dia bosan kita akan segera dicampakan oleh si dia.

3. Seks harus dicoba oleh pasangan yang saling cinta

Beberapa remaja menganggap bahwa hubungan seksual sama dengan keterampilan atau alat yang perlu dicoba sebelum digunakan secara terus-menerus.

Tentu saja, anggapan semacam ini sangat merendahkan aspek seksualitas manusia. Seks pada dasarnya adalah sifat instingtif setiap makhluk hidup.

Dengan mudah akan bisa dilakukan tanpa perlu dipelajari lebih dahulu, asalkan tidak ada faktor-faktor resiko yang memperburuk. Justru yang perlu dicoba dan diuji adalah komitmen dan tanggung jawab.

4. Seks bisa memperkokoh hubungan cinta

Sebagian orang menilai bahwa dinamika kehidupan rumah tangga atau hubungan antar pasangan akan mandek tanpa aktifitas seks.

Sayang, pendapat ini tidak seratus persen benar. Seks memang penting, tetapi bukan segala-galanya, dalam sebuah hubungan. Selain itu mitos ini tentunya tidak berlaku bagi kita yang belum menikah.

5. Seks sebagai uji kemampuan diri

Tidak sedikit remaja laki-laki merasa bahwa dengan telah berhubungan seks maka dirinya adalah laki-laki dewasa yang hebat dalam kehidupannya. Semakin banyak melakukan seks, maka semakin hebatlah dia.

Padahal peningkatan harga diri seperti itu tidak ada artinya sama sekali, bahkan menjerumuskan kepada kesia-siaan.

Bisa jadi membawa malapetaka, dengan munculnya penyakit kelamin atau merasa makin tak berharga.

Dewasa ini dunia hanya akan memandang seseorang dari kemampuan intelektualitas dan moralitasnya, tidak lebih dan tidak kurang.
 
Nah, Itulah mitos yang membuat remaja terjerumus seks bebas. Tapi, kamu sebagai remaja harus berani untuk SAY NO TO FREE SEX walapun mitos yang beredar di masyarakat semakin banyak.

Advertiser