Minggu, 20 April 2014

8 Tradisi Mengerikan Menjadi Wanita Cantik

Cahgalek.com - Pada umumnya para lelaki menilai seorang perempuan cantik dari tubuh ramping, bibir seksi dan kulit mulus, dll. Tapi ada di beberapa negara di dunia ini, kecantikan seorang wanita ditentukan dari tradisi turun temurun yang meski menyakitkan namun harus tetap dijalani.

Mungkin menurut kamu ini hal yang paling mengerikan untuk menjadi cantik. Lalu seperti apa rasa sakit dan ritual adat yang harus dilakoni agar mendapat predikat cantik.

Inilah 8 Tradisi Paling Mengerikan Menjadi Cantik di berbagai negara, seperti dikutip dari top10magz.com.

1. Suku Mursi - Lip Plate

Untuk menjadi cantik versi suku Mursi di Ethiopia ini terbilang sangat aneh. Bagaimana tidak, mereka menilai kecantikan seorang wanita dari seberapa lebar ukuran mulutnya.

Semakin lebar mulut seorang wanita, maka semakin cantiklah dia.

Tradisi meregangkan bibir ini disebut ‘labret’ atau ‘lip plate’, dimana wanita di suku ini mulai memperbesar ukuran mulutnya pada usia yang amat belia yakni 13 hingga 16 tahun.

Caranya pasti sangat sakit, karena bagian bawah mulut diiris sepanjang 1 sampai 2 cm lalu dimasukkan piringan bulat ke dalam irisan luka tersebut.

Setelah 2 atau 3 minggu, piringan tersebut diganti dengan ukuran yang lebih besar hingga mencapai diameter 10 sampai 15 cm bahkan ada yang hingga 25 cm.

Meski sangat menyakitkan, tradisi ini harus tetap dilakukan karena bagi wanita yang menolak tradisi tersebut akan mendapatkan sanksi sosial.

Piring di mulut para wanita suku Mursi ini menandakan bahwa mereka memiliki daya tahan tubuh yang kuat, kedewasaan dan kecantikan. Wah, bagaimana mereka berciuman dengan pasangannya, ya? he..he

2. Suku Kayan - Leher Panjang

Jika anda sedang berjalan-jalan ke Thailand, sempatkan waktu anda untuk mengunjungi wanita berleher panjang ini.

Mereka memanjangkan leher mereka dengan memakai kumparan / gelang kuningan sejak berusia lima tahun. Berat kumparan kuningan tersebut yang mendorong tulang selangka turun dan menekan tulang rusuk sehingga membuat leher ini menjadi lebih panjang.

Setiap kumparan atau gelang kuningan ini akan diganti dengan yang lebih panjang secara berkala. Kumparan ini tidak akan dilepas, kecuali jika ingin diganti dengan yang lebih panjang.

Wanita-wanita suku kayan melakukan ini demi alasan kecantikan, namun baru-baru ini, para antropologi atau ahli budaya memunculkan teori tentang tujuan dari adat unik ini, yakni agar lebih menarik, melambangkan naga (figure penting dari cerita rakyat Kayan) dan untuk mencegah harimau menerkam mereka.

3. Cina - Lotus Feet

Kaki mungil ini mulanya hanya dijalankan oleh wanita keturunan bangsawan dan dianggap melambangkan keindahan dan kemakmuran.

Proses pembentukan kaki seroja ini dilakukan sejak anak berusia empat sampai tujuh tahun.

Awalnya, kaki akan dioles dengan ramuan tumbuh-tumbuhan dan darah hewan agar lemas dan kuku kaki dipotong sedalam mungkin.

Lalu semua jarai-jari kaki akan ditekuk ke arah telapak kaki hingga tulang-tulangnya patah. Jari kaki yang menempel pada telapak kaki kemudian diikat erat dengan kain dan ditekuk sejajar dengan tungkai sampai ke punggung kaki lalu dibebat lagi dengan kain panjang.

Hasilnya kaki akan tumbuh ideal dengan panjang 7-9 cm setelah pembebatan selama 2 tahun.

Gadis tersebut akan berjalan sangat perlahan dengan bertumpu pada tumit sehingga cara berjalannya akan berlenggak lenggok.

Nah, gaya berjalan inilah yang dianggap menggemaskan dan seksual bagi para pria. Namun cacat dan infeksi yang dialami kaki ini menimbulkan bau busuk sehingga wanita akan tetap mengenakan kaos kaki dan sepatu saat bercinta.

4. Suku Dayak - Telinga Panjang

Di sebuah tempat di Kalimantan, dimana suku dayak tinggal, menjadi cantik adalah dengan memiliki telinga panjang yang menjuntai hingga ke leher.

Tradisi menindik telinga bagi para wanita suku ini dilakukan dengan cara menggunakan anting logam atau emas yang jumlahnya terus menerus di tambah hingga membuat telinganya memanjang.

Penambahan anting ini dilakukan tiap satu tahun sekali, untuk mengetahui berapa usia wanita suku dayak, cukup dengan menghitung berapa banyak anting yang menghiasi telinganya.

Memiliki telinga panjang bagi mereka selain menujukan identitas dan usia, juga sebagai lambang bahwa mereka adalah keturunan bangsawan  serta untuk membedakan dengan wanita yang dijadikan budak karena kalah perang atau tidak mampu membayar utang dan kecantikan.  Strata sosial mereka akan semakin terangkat seiring banyaknya emas dan panjangnya telinga mereka.

5. Suku Apatani - Penutup Hidung / Yapping Hullo

Suku Apatani tinggal di lembah Ziro di negara bagian Arunachal Pradesh di India Timur.

Wanita-wanita apatani terkenal sangat cantik dan dianggap yang paling cantik di antara suku Arunachal. Saking cantiknya, mereka harus membuat diri mereka terlihat tidak menarik untuk perlindungan diri dari suku lain yang ingin memperebutkan mereka.

Dari sinilah mereka kemudian memakai Yaping Hillo atau penutup hidung dari colokan kayu besar yang dipasang di hidung mereka. Aksesoris berwarna hitam ini dipakai oleh sebagian besar wanita tua suku tersebut, namun menginjak pertengahan abad ke 20 kebiasaan ini sudah mulai terkikis.

6. Suku Bagobo - Gigi Runcing

Gigi runcing identik dengan drakula, vampire atau hewan buas. Namun bagi wanita suku Bagobo, memiliki gigi runcing tidak menjadikan mereka seram dan menakutkan, malah justru semakin menambah kecantikan mereka.

Bagi suku di Mindanao, Filipina ini, memiliki gigi tajam adalah suatu keharusan untuk menjadi yang paling cantik.

Untuk mendapatkan gigi ini pun, mereka harus rela kesakitan saat meruncingkan ujung gigi yang dipahat dengan kayu atau bambu.

Prosesnya tidak hanya mengerikan dan menyakitkan, tapi juga sangat lama agar bisa tajam sempurna. Berakit-rakit ke hulu berenang-renang kemudian, bersakit-sakit dahulu, menjadi cantik kemudian.

7. Suku Amazon - Tato Seluruh Tubuh

Jika di berbagai belahan dunia memiliki kulit mulus merupakan salah satu cara menjadi cantik, lain halnya dengan wanita dari suku amazon ini.

Wanita suku amazon akan mentato seluruh tubuhnya untuk memiliki penampilan yang cantik dan menarik.

Tubuh dan wajah adalah kanvas bagi mereka, yang kemudian ditato dengan berbagai tanaman dan darah hewan.

8. Mauritania - Tubuh Gemuk

Big is beautiful! Siapa bilang menjadi gemuk itu tidak cantik? Buktinya di Mauritania para wanitanya berbondong-bondong untuk menambah berat badan agar menjadi cantik.

Bukannya tanpa alasan, menjadi gemuk di negara bagian Afrika barat ini memang menjadi syarat utama untuk cepat mendapat suami.

Memiliki tubuh gempal bagi wanita di sana melambangkan kemakmuran, juga sebagai lambang gengsi tinggi di negara yang minim akan suplai makanan tersebut.

Demi menarik perhatian pria agar segera dipinang, para ibu akan terus-menerus memberi makan anak perempuannya dengan makanan berkadar lemak tinggi, karena istri gemuk dianggap sebagai sesuatu yang menggairahkan dan menggoda.

Asupan makan lemak tinggi mulai diberikan sejak anak berusia 8 tahun dan akan semakin menggila menjelang usia pernikahan, yakni dengan mengkonsumsi sekitar 15.000 kalori per hari.

Jika berat badan tak kunjung mencapai yang diharapkan, mereka akan dipaksa menelan pil stereoid yakni pil untuk hewan yang jika dikonsumsi dipercaya akan menambah berat badan menjadi super gemuk dengan segera.

Tradisi ini sangat berbahaya karena berat badan berlebih / obesitas dapat menyebabkan berbagai penyakit hingga kematian.

Nah, itulah delapan tradisi paling mengerikan untuk menjadi cantik yang ada diberbagai negara. Semoga menambah wawasan kamu.

Advertiser