Selasa, 15 April 2014

Mengerikan, Polisi di Riau Disiksa Geng Motor

Cahgalek.com - Seorang Polisi Lalu Lintas (Polantas) Polres Dumai, Riau diseret-seret oleh ratusan pelajar di Jalan Sudirman, depan Pasar Lepin, Kelurahan Bintan, Sabtu (12/4/14) sekitar pukul 23.30 WIB.

Lebih 30 menit polisi tersebut dikepung, dimaki-maki dan digiring oleh massa yang masih ABG, sehingga itu tidak berkutik. Polisi tersebut hanya bisa pasrah di tengah-tengah kerumuman massa. Ia sempat dipukul dan ditendang kelompok massa yang hobi otomotif.

Polantas dengan mengendarai mobil patroli hendak mengamankan aksi balap liar. Mobil patroli Lantas Polres Dumai menghadang kumpulan anak-anak yang masih remaja itu. Tampak mobil patroli menyesak para pengendara sepeda motor bahkan melakukan rem mendadak.

Para pelajar mulai geram, namun belum ada reaksi. Ketika, mobil patroli berhenti di depan gerbang Pasar Lepin, seorang Polantas yang dikenal Briptu Edo turun dari mobil. Sehingga massa yang mulai geram mendekatinya.

Melihat Briptu Edo turun sendirian, ratusan massa yang hobi melakukan balap liar pun mengepungnya. Sehingga tidak ada ruang untuk Polisi itu keluar.

Sementara, mobil patroli yang dikendarai teman Briptu Edo, pergi meninggalkan kerumuman, Tinggallah polisi yang turun dari mobil itu sendiri. Sedangkan di dalam mobil ada 3 orang rekannya. Tapi sayang, 3 orang rekannya itu meninggalkan dirinya yang sudah dikepung.

Saat itu, massa yang didominasi remaja 15-25 tahun itu memaki-maki Briptu Edo. Mereka menarik-narik, bahkan menggiring polisi itu hingga ke depan Ramayana. Kemudian, digiring lagi ke depan Pasar Lepin.

Aksi brutal yang dilakukan geng motor yang sedang melakukan balapan liar di Dumai terjadi karena para anggota Geng Motor merasa terganggu. Inilah empat kekejaman Geng Motor di Riau aniaya Polantas, seperti dikutip dari merdeka.com.

1.Briptu Edo dikepung

Awalnya, ratusan pelajar yang usianya sekitar belasan tahun itu terlibat balap liar. Namun datang dua unit mobil patroli, yang masing-masing berisi dua orang polisi, berniat membubarkan kerumunan geng motor. Bukannya bubar, ratusan geng motor tersebut malah makin menjadi.

Seorang anggota polisi Briptu Edo turun dari mobil patroli sendirian. Sedangkan 3 polisi lainnya masih berada dalam mobil.

“Setelah agak jauh dari mobil patroli, Briptu Edo pun dikepung anggota geng motor itu, teman-teman polisi lainnya yang berada dalam mobil patroli sebanyak 3 orang tersebut pergi meninggalkan Briptu Edo, khawatir ikut menjadi korban amukan geng motor,” ujar Onal.

2.Dimaki dan dipukul dengan kayu bloti

Melihat Briptu Edo ditinggal teman-temannya, para geng motor mendekatinya. Mereka memaki-maki dan sebagiannya mendekatinya. melihat anggota geng motor yang begitu banyak, Briptu Edo berusaha menghindar, namun sayang dia tak bisa kabur. Ia hanya dapat berpegang pada tiang yang ada dihadapannya dan berpegangan agar tidak diseret.

Tak ayal, para anggota geng motor yang sebagian besar membawa kayu bloti tersebut pun mengolok-oloknya, serta memaki-maki dan sesekali melayangkan pukulan dan tendangan ke bagian tubuh polisi tersebut.

3.Briptu Edo diseret dua kilometer

Setelah tidak berdaya, Briptu Edo bukannya dilepaskan atau ditinggal. Karena dia mendapatkan penyiksaan yang lebih kejam disaat tubuhnya sudah tidak berdaya.

Briptu Edo ditarik dan diseret-seret di jalanan hingga sejauh 2 kilometer oleh ratusan pebalap liar tersebut. Dan polisi yang terlihat lemah, tampak pasrah saat mendapat tindakan-tindakan tidak manusiawi yang di lakukan oleh ratusan pebalap liar tersebut.

4.Disekap Geng Motor

Melihat aksi ribut-ribut, Ketua RT 18 Kelurahan Bintan, Muhammad Naji datang bersama puluhan warganya, dan melihat polisi yang tersandra massa dari kalangan remaja itu, spontan warga bersama ketua RT tersebut pun membantu melepaskan polisi itu dari sekapan pembalap liar.

“Ketua RT bersama warga pun datang menyelamatkan polisi itu, para Ibu-ibu mengawal di bagian depan, sedangkan ratusan warga itu datang mengamuk minta polisi itu dikeluarkan,” ujar Onal.

Melihat puluhan warga yang juga membawa kayu, para geng motor membubarkan diri dan melepaskan polisi tersebut. Briptu Edo pun diamankan di rumah RT setempat. Dalam penyelamatan tersebut, Ketua RT 18 Kelurahan Bintan Muhammad Naji sempat mendapat tekanan-tekanan dari massa.

Advertiser