Selasa, 13 Mei 2014

Keren, Pantai Ini Airnya Bisa Menyala di Malam Hari

Cahgalek.com - Pernah melihat kunang-kunang di malam hari? Kunang-kunang memiliki kandungan unik dalam tubuh dan hal itu yang membuat tubuh mereka bersinar.

Lalu, Apakah kamu pernah mendengar tentang bioluminesensi? Bioluminesensi adalah fenomena biologis di mana makhluk hidup tertentu tubuhnya bisa mengeluarkan cahaya. Bioluminesensi terjadi karena proses kimia.

Fenomena bioluminesensi bisa ditemui di berbagai tempat. Yang paling umum di perairan. Biasanya pantai-pantai tempat terjadinya fenomena bioluminesensi menjadi daya tarik wisata.

Nah, Inilah 7 pantai di berbagai belahan dunia yang bisa menikmati fenomena bioluminesensi, seperti dikutip dari merdeka.com

1. Gili Trawangan, Indonesia

Ternyata di Indonesia kamu bisa menemui fenomena bioluminesensi. Di pantai Gili Trawangan kamu bisa menikmati keindahan pantai yang berpendar cahaya biru kehijauan.

Pendaran cahaya bioluminesensi yang paling terang di Gili Trawangan adalah di bagian tengah. Mungkin hal tersebut disebabkan karena plankton berpendar di sana terkonsentrasi di bagian perairan yang relatif dalam.

Sayangnya fenomena bioluminesensi di pantai ini tidak banyak diekspos.

2. Teluk Halong, Vietnam

Beda dengan Gili Trawangan yang kurang terekspos, Teluk Halong yang terletak di Vietnam adalah salah satu lokasi bilomunesensi yang juga cukup terkenal di Asia.

Tapi pendaran cahaya pada teluk ini hanya bisa dilihat saat suasana sekitar pantai benar-benar gelap.

Saat terbaik untuk berburu fenomena bioluminesensi di Teluk Halong adalah di atas jam 11 malam, terutama jika tidak ada cahaya bulan.

3. Pantai Pulau Vadhoo, Maladewa

Vaadhoo adalah sebuah pulau yang nyaris tak berpenghuni di Raa Atoll, Maladewa. Populasi total pulau itu hanya sekitar 500 pada tahun 2007.

Tetapi keunikan alamnya yang menakjubkan berhasil menyedot turis untuk berdatangan ke sana.

Keindahan pantainya, Pantai Pulau Vadhoo menjadi salah satu tujuan wisata populer di Maladewa.

Cahaya biru yang tampak seolah berkelap-kelip di pantai itu bersumber dari mikroba laut, yaitu fitoplankton yang sebagian besar adalah spesies dinoflagellata.

4. Teluk Toyama, Jepang

Fenomena bioluminesensi yang ada di Teluk Toyama, Jepang bisa diaktakan cukup unik. Jika sebagian besar fenomena pantai 'bercahaya' disebabkan karena dinoflagellata, di teluk yang terletak di pesisir utara Pulau Honshu ini pendaran cahaya biru di sepanjang pesisirnya disebabkan karena Watasenia scintillans, sejenis cumi-cumi yang tubuhnya bisa menghasilkan pendaran cahaya.

Cumi-cumi jenis ini biasanya hidup di kedalaman 1200 kaki. Tetapi pada saat-saat tertentu jutaan cumi-cumi tersebut terdorong ke bibir pantai, menyebabkan area sepanjang pantai tampak seperti ditaburi kelereng berwarna biru neon.

Saat-saat terbaik untuk menikmati fenomena unik di Teluk yang memisahkan Prefektur Toyama dan Ishikawa ini adalah bulan Maret sampai Juni.

5. Teluk Mission, Amerika Serikat

Fenomena bioluminesensi di teluk yang berada di kawasan San Diego, California disebabkan karena ganggang tertentu.

Ganggang di sini sebenarnya tidak beracun, hanya mengandung amonia dengan kadar yang sangat tinggi.

Ini dikatakan menjadi penyebab infeksi telinga, sinus, dan ruam-ruam yang ditemukan pada para pengunjung pantai.

Pesatnya perkembangan jumlah ganggang di perairan tersebut diperkirakan diikuti dengan perkembangan jumlah bakteri yang menjadi sumber makanannya. Dan bakteri inilah yang tampaknya menjadi penyebab berbagai masalah kulit tadi.

6. Marlin Marina, Australia

Cairns merupakan sebuah kota yang terletak di bagian timur laut Queensland, Australia.

Saat malam tiba, Marlin Marina, pantai di kota itu juga menawarkan pemandangan air berpendar biru yang cantik.

Fenomena bioluminesensi di sana juga disebabkan karena jutaan plankton dinoflagellata yang jumlahnya terus berkembang pesat dari waktu ke waktu.

7. Puerto Mosquito, Puerto Rico

Pendaran cahaya di antara air laut di Teluk Mosquito disebut-sebut yang terindah jika dibandingkan dengan pantai-pantai lain yang juga menawarkan pesona keunikan bioluminesensi. Teluk Mosquito yang ada di Pulau Vieques, Kepulauan Karibia adalah lokasi tempat terjadinya fenomena bioluminesensi yang paling terkenal.

Pendaran cahaya biru terang di air laut Puerto Mosquito disebabkan karena dinoflagellata.

Puerto Mosquito adalah habitat dinoflagellata yang terbesar di muka bumi. Diperkirakan ada 720.000 dinoflagellata berpendar dalam satu galon air laut di Puerto Mosquito. Karena itulah pendaran cahaya biru di sana tampak sangat cemerlang.

Itulah 7 pantai yang bisa menyala di malam hari karena fenomena bioluminesensi.

Advertiser