Jumat, 09 Mei 2014

Parah! Istri Jadi TKW, Para Suami Adakan Arisan Seks

Cahgalek.com - Sekelompok suami di Karawang yang ditinggal istrinya bekerja ke luar negeri untuk menjadi Tenaga Kerja Wanita (TKW) dikabarkan menggelar arisan seks.

Seperti dikutip dari radar-karawang.com, arisan seks itu diadakan oleh para suami TKW untuk keperluan pesta seks dengan cara membooking PSK.

Pemenang arisan seks itu mendapat kesempatan menikmati uang hasil arisan untuk berkencan dengan PSK yang diinginkan.

Arisan seks itu terungkap berdasarkan hasil pengakuan YNL, salah seorang pelaku arisan seks di Kecamatan Rawamerta kepada Pengurus Yayasan Kontak Indonesia (YKI) perwakilan Karawang.

"Jumlah satu kelompok biasanya empat sampai enam orang," tutur pengurus YKI, Jumat (2/5).

Pria yang menjadi konselor HIV/AIDS ini menyebutkan, arisan dibuka setiap para suami tersebut mendapatkan uang kiriman dari hasil jerih payah istrinya menjadi pembantu di berbagai negara.

Mengenai berapa besar iuran yang harus dibayar, Wawan menyebut tergantung dari kesepakatan awal.

"Tergantung berapa besar jumlah iurannya. Ada yang 150 ribu per orang hingga 300 ribu rupiah," ungkapnya.

Ia melanjutkan, PSK yang biasa dibooking oleh para suami tersebut berasal dari tempat lokalisasi Sompek, Sungaibuntu, Banir hingga Kedoya.

"Mereka juga ada yang sempat terkena sipilis karena perilaku seks bebasnya," ujarnya.

Diketahui, dari total jumlah penduduk Karawang tahun 2013 yang mencapai 2,1 juta jiwa, sebanyak 33.881 pria dewasa atau 6 persennya menjadi pelanggan seks komersial. Sementara wanita Karawang yang menjajakan seks tahun ini sebanyak 1.175 orang.

Di sisi lain, data yang dirilis Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TP2A) menunjukkan bahwa perempuan Karawang menikah dengan pria berisiko tinggi terkena HIV/AIDS sebanyak 23.717 orang.

Kondisi demikian akibat banyak ketertutupan perempuan maupun laki-laki akan penyakit berisiko yang dialaminya saat menjelang pernikahan.

Bahkan wabah HIV/AIDS di Karawang yang terdata saat ini terus bertambah menjadi 315 orang, yang rata-rata ditularkan melalui seks bebas.

Ironisnya dari jumlah tersebut sebanyak 28 persennya adalah ibu rumah tangga. Hal ini terjadi akibat kelakuan suami para perempuan tersebut sampai akhirnya menular kepada istri yang tidak tahu apa-apa.

Berdasarkan hasil survei P2TP2A ke sejumlah lokasi prostitusi yang terdapat di setiap kecamatan, justru para penghuni tempat tersebut didominasi wanita-wanita dari luar Karawang. Bahkan, saat ini terdapat persaingan lokasi prostitusi. Ada yang menjajakan wanita-wanita molek, ada pula penjaja seks berusia 50-an tahun. Yang lebih memprihatiknan lagi, ada pula wanita penjaja seks yang rela meneruskan profesi tersebut kepada anak-anaknya. Bukan itu saja, kini juga mulai marak prostitusi online yang dilakoni para pelajar SMP sampai SMA di Karawang.

Jumlah kasus tersebut di beberapa tahun terakhir mengalami peningkatan. Tengok saja data pada 2012 terdapat 41 orang pengidap HIV/AIDS dan tahun 2013 sejak Januari hingga Juni sudah ada 30 kasus.

Sedangkan dilihat dari usianya, penderita HIV/AIDS ini 0-15 tahun ada 9 kasus, 15-30 tahun ada 217 kasus, 31-40 ada 78 kasus, sedangkan 41-50 tahun ada 11 kasus. Sementara jika dilihat dari kategori penyebabnya, penggunaan jarum suntik di posisi pertama dengan 124 kasus, disusul wanita pekerja seks (WPS) sebanyak 86 kasus, pasangan suami istri 28 kasus, pria risti 27 kasus, waria 20 kasus, gay 13 kasus, kehamilan 9 kasus, dan lain-lain 8 kasus. Hingga kini, sudah 206 jiwa yang meninggal akibat HIV/AIDS.

"Kasus meninggal itu sudah 206 jiwa atau 65,4 persen dan 109 masih hidup," terang staf Penanggulangan AIDS Daerah (KPAD) Kabupaten Karawang Awan Gunawan.

Advertiser