Minggu, 04 Mei 2014

Perang Prabowo vs Jokowi di Media Sosial

Cahgalek.com - Jika kamu mencari nama Joko Widodo atau Jokowi di jejaring sosial milik Mark Zuckerberg yaitu facebook kamu hanya akan menemui akun-akun tak terverifikasi bernama Jokowi dan simpatisan saja. Hal itu berbeda soal jika kamu mengetik “Prabowo”, satu akun terverifikasi dan jadi satu-satunya Prabowo di facebook yang jumlah pengikutnya mencapai 4,8 juta, jumlah yang bahkan lebih banyak dari pengikut Susilo Bambang Yudhoyono yang tak sampai 3 juta.

Akun Facebook inilah yang jadi basis kekuatan terbesar Prabowo Subianto di internet. Berbagai isu direspon dengan cepat dalam akun ini. Akun ini mengupas tuntas eks-Danjen Kopasus dengan berbagai prestasi dan pandangannya tentang kepemimpinan Indonesia.

Semua nyaris dimulai dari akun ini. Bahkan, dari hal terkecil seperti kemiripan Prabowo dan Al Ghazali, anak musisi Ahmad Dhani yang sedang naik daun.

Perang Jokowi vs Prabowo di Twitter



Di media sosial, Prabowo barangkali yang terlihat lebih peduli. Di akun twitter lagi-lagi Prabowo punya satu akun pribadi dengan nama @Prabowo08.

"Kalau bukan sekarang, kapan lagi? Bergabunglah dengan saya demi wujudkan Indonesia Raya yang bersih, kuat, aman, berwibawa & berdikari.#IndonesiaBangkit," tulis dalam profil akun yang telah terverifikasi itu.



Prabowo bahkan telah mendaftarkan akun ini sebelum Pilpres lima tahun silam, tepatnya 17 Mei 2009. Jumlah followernya tak terlalu fantastis, hanya 699.448 orang.

Sedangkan mencari nama Jokowi, kamu hanya akan menemui akun-akun tak terverifikasi bernama Jokowi. Tapi jumlah followers dari akun “palsu” Joko Widodo mengungguli Prabowo yaitu mencapai 1.339.405 followers.



Saat mengetik nama “Joko Widodo” atau “Jokowi” di twitter, kamu akan menemukan banyak akun dengan nama Jokowi yang jumlahnya lebih banyak dari jari kedua tangan kamu. Belum lagi nama Jokowi yang disematkan dalam akun simpatisan seperti “Jokowi Fo RI-1”dan “Jokowi 2014”. Lalu bagaimana dengan Prabowo?

Nama “Prabowo” untuk dimaksudkan “Prabowo Subianto” sejauh ini hanya ada satu sementara akun simpatisan hanya ada beberapa. Followernya juga tak terlalu banyak.

Sementara akun yang memojokan pada kedua tokoh ini tentu banyak ditemui. Untuk Jokowi punya "musuh" di twitter, yang paling kelihatan yaitu akun @Triomacan2000. Akun ini sudah sejak Jokowi mencalonkan Gubernur DKI Jakarta menguak tuduhan konsprirasi Jokowi. Akun ini punya peran besar dalam kemunculan berbagai kampanye negatif seputar Jokowi. Salah satunya tuduhan soal cukong dibaling kepemimpinan Jokowi hingga Stan Greenberg, yang katanya master plan pencitraan Jokowi.

Stan Greenberg seorang konsultas politik lulusan Harvard University. Dialah tokoh dibalik suksesnya kampanye Bill Clinton dan Barack Obama. Nama terakhir diantarkannya berkat pencitraan di Facebook dan Twitter.

Sedangkan Prabowo juga punya “musuh” di twitter. Dari yang terang-terangan membahas persoalan HAM yang jadi “dosa besar” Prabowo hingga yang dikemas dengan guyonan satir. Sebagai contoh, akun @CapresJokes di twitter punya kecenderungan negatif pada Prabowo.

Sejauh ini, jika melihat peta kekuatan di internet, Prabowo Subianto punya lebih banyak amunisi dibanding Jokowi. Meskipun tak dapat dipungkiri, Jokowi punya pasukan pendukung setia yang belakangan akrab disapa “Pasukan Nasi Bungkus”.

Bagaimanapun juga perang di media sosial internet jadi warna baru pertarungan politik di tahun pemilu 2014 ini.

Hal itu tentu berbeda jauh dengan kondisi lima tahun silam, dimana teknologi internet tak terlalu maju seperti sekarang. Hal ini bisa jadi menarik untuk di simak.

Popularitas di dunia maya memang tak menjamin satu tokoh akan unggul dalam persaingan sesungguhnya. Namun setidaknya jejaring sosial adalah satu segmen yang patut dicermati para politisi.

Advertiser