Selasa, 08 Juli 2014

Aneh, Mahasiswa di Kampus ini Dilarang Mencukur Bulu Ketiak

Cahgalek.com - Wanita identik dengan area ketiak yang bersih dari bulu, sedangkan pria sebaliknya. Namun Mahasiswa dan mahasiswi di kampus di Arizona State University, Amerika Serikat bertukar peran dalam hal mencukur bulu ketiak sebagai bagian dari tugas kuliah. Ide aneh bertukar peran dalam urusan mencukur bulu ketiak ini datang dari seorang dosen di kampus tersebut.

Breanne Fahs, itulah nama sang dosen yang merupakan profesor di bidang wanita dan gender. Sejak 2010, Fahs sudah menawari mahasiswa dan mahsiswinya untuk berpartisipasi dalam penelitian sekaligus tugas kuliah yang berhubungan dengan bulu tubuh ini. Mereka yang ikut serta bisa mendapatkan nilai tambahan darinya.

Seperti dikutip dari situs resmi Arizona State University, mahasiswi yang mengambil mata kuliah dengan pengajar Fahs, ikut berpartisipasi dengan stop mencukur bulu ketiak dan kaki mereka selama 10 minggu.

Sedangkan siswa prianya harus mencukur bulu di tubuh mereka, mulai dari ketika hingga tubuh bagian bawah lainnya. Seluruh mahasiswa dan mahasiswi yang berpartisipasi kemudian diminta menuliskan jurnal pengalaman mereka selama menjalani 'tugas' tersebut.

"Tidak ada cara yang lebih baik untuk memahami tentang normal sosial kecuali dengan melanggar norma itu dan melihat bagaimana reaksi masyarakat," ujar Fahs menjelaskan alasannya menugaskan siswanya berpartisipasi dalam penelitiannya itu.

Stephanie Robinson termasuk salah satu siswa yang ikut mencoba tugas kuliah sekaligus penelitian dari Fahs ini. Awalnya saat mengikuti dua kali kelas Fahs, dia tidak tertarik ikut. Namun setelah tiga kali kedatangan barulah dia mau mencoba eksperimen berhenti mencukur bulu ketiak dan kakinya. Menurutnya percobaan tersebut merupakan sebuah pengalaman yang mengubah hidupnya.

"Banyak dari temanku jadi tidak mau berada di dekatku atau mendengar mengenai tugas ini. Dan ibuku kecewa saat tahu aku akan menikah memakai gaun putih dan memiliki bulu ketiak," kata Robinson. "Aku juga melihat bagaimana wajah-wajah orang asing dan orang-orang di kampus yang seperti jijik dengan bulu tubuhku. Ini membuatku paham kalau kita tidak mengikuti aturan sosial sesuai gender, tubuh kita akan jadi opini publik," ujarnya lagi panjang lebar.

Advertiser