Selasa, 08 Juli 2014

Dikubur Hidup-hidup Ibunya Sendiri, Bayi ini Tetap Hidup

Cahgalek.com - Dusun Huta Kahean I, Desa Kahean, Kecamatan Dolok Batu Nanggar, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, mendadak geger. Sesosok bayi perempuan yang berusia antara 2 hingga 3 hari ditemukan dalam keadaan hidup meski dikubur hidup-hidup di desa tersebut.

Bayi perempuan itu pertama kali ditemukan di Umian Izrail (34) Minggu (6/7/2014). Sekitar pukul 10.00 WIB. Umian berangkat ke ladang miliknya yang berada persis di samping rumah. Saat akan menyisip tanaman singkong, tiba-tiba pria lajang itu mendengar suara tangis dari arah pepohonan pisang. "Pertama sempat nyari-nyari. Eh gak tahunya suaranya dari dalam gundukan tanah," ujar Umian Izrail, seperti dikutip dari detik.com.

Karena penasaran dengan suara tangis bayi itu, akhirnya Umian membongkar gundukan itu. Ia sempat terkejut, ketika mengetahui sesosok bayi dikubur dalam keadaan hidup. "Gitu ku lihat bayi, aku lari dan manggil warga," jelas Umian.

Untuk menyelamatkan nyawa bayi, bayi dilarikan ke praktek bidan yang ada di desa. Setelah mendapat pertolongan, warga kemudian melaporkan temuan meraka ke polisi. Tak lama kemudian aparat kepolisian dari Polres Simalungun tiba di tempat temuan bayi.

Kasat Reskrim Polres Simalungun, AKP Wilson BF Pasaribu menjelaskan, Perkiraan dokter usia bayi berjenis kelamin perempuan sekitar 2 sampai 3 hari. Yang pasti baru dilahirkan karena masih ada tali pusar di tubuh bayi. Bayi diduga kuat hasil hubungan gelap. Pihaknya telah melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi.

"Saksi-saksi sedang kita mintai keterangan. Anggota juga sedang mengumpulkan data warga yang dalam kondisi hamil," jelas Pasaribu.

Bagaimana si bayi bisa tetap hidup walau dikubur hidup-hidup?

Tak diketahui pasti berapa lama bayi perempuan itu terkubur. Bisa jadi 5-6 jam. Bayi ditanam di kedalaman sekitar 30 cm.

"Waktu diangkat dari lubang ya badannya (bayi) tertimbun tanah. Tapi untungnya wajahnya tertutup kain, jadi tidak kena tanah langsung," ujar Abdul Hamid (74) di lokasi kejadian.

Hamid merupakan orang yang pertama kali diberitahu Umian. Saat itu juga, ia mengangkat bayi dari lubang. Saat diangkat, bayi dalam kondisi menangis dan gemetaran. "Mungkin karena kedinginan," kata Hamid.

Hamid menduga bayi dikubur setelah jam 03.00 WIB atau 5-6 jam sebelum ditemukan. "Jam 3 (saya) keluar rumah mau nonton bola. Nggak ada apa-apa. Pasti lewat jam 3," jelas Hamid.

Setelah diangkat, bayi dibawa ke bidan desa setempat. Untuk perawatan lebih lanjut, bayi dilarikan ke RS Mina Padi Simalungun. Saat ini, kondisinya sudah membaik.

Setelah melakukan penyelidikan dengan memeriksa saksi-saksi, akhirnya Kepolisian Resort Simalungun berhasil meringkus ibu kandung bayi yang dikubur hidup-hidup.

Tersangka mengaku mengubur anaknya karena menyangka anaknya sudah meninggal saat dilahirkan. Selain itu ia juga mengaku malu karena melahirkan anak ketiganya terlalu dekat jarak kelahirannya.

Advertiser