Minggu, 27 Juli 2014

Ngeri! Payudara Gadis-gadis Kamerun Disetrika Biar Para Pria Tidak Bernafsu

Cahgalek.com - Wanita di berbagai belahan dunia memimpikan payudara yang menonjol indah, tapi di negara Kamerun justru kebalikannya, payudara para gadis disana disetrika agar jadi benar-benar rata biar para pria tidak bernafsu padanya.

Seperti dilansir merdeka.com, gadis-gadis di Kamerun yang baru mengalami pubertas menjadi sasaran praktik setrika payudara, terutama yang hidup dalam lingkungan dengan budaya tradisional harus menjalani proses di mana dada mereka disetrika agar jadi benar-benar rata.

Dengan batu, palu, spatula logam, atau kayu yang sudah dipanaskan terlebih dahulu, para ibu menyetrika payudara puteri mereka yang sedang tumbuh. Setelah itu si anak diharuskan mengenakan sejenis korset untuk semakin menyamarkan bentuk dadanya.

Hal ini dilakukan untuk menghindarkan si anak dari 'perhatian yang tak diinginkan' para pria. Orang-orang Kamerun berpendapat kalau dada yang menonjol bisa menimbulkan birahi. Jadi dengan dada yang rata para wanita akan terhindar dari pelecehan dan tampak lebih terhormat.

Menurut data UNFPA setidaknya 24 persen dari semua wanita Kamerun, atau sekitar 4 juta orang telah menjadi korban setrika payudara. Kebanyakan mengalaminya pada usia 9 tahun.

Para ibu disana dengan nekad menyetrika dada putri mereka sendiri karena mereka tak ingin putri mereka menarik perhatian kaum pria pada usia dini dan mengalami kehamilan di luar nikah. "Sebelum saya mengenakan pembalut payudara ini, ibu saya menggunakan batu gerinda yang sudah dipanaskan di atas api untuk menyetrika dada saya," kata Josaine Matia, seorang gadis Kamerun berusia 11 tahun kepada situs resmi UNFPA (United Nations Population Fund).

"Setiap malam ibu saya memeriksa dada saya dan menekan-nekannya, kadang-kadang dengan alu. Meskipun saya menangis keras karena sakit, dia berkata agar saya menahannya karena saya masih muda dan tidak ada gunanya memiliki payudara ketika seusia saya."

Saat ini dunia internasional menganggap setrika payudara sebagai pelanggaran hak asasi manusia. Sejumlah organisasi nirlaba sedang mengkampanyekan dan mengusahakan agar praktik yang membahayakan ini dihapuskan selamanya.

Sebab selain sangat menyakitkan dan melanggar integritas fisik seorang wanita, praktik setrika payudara juga mengekspos gadis muda terhadap berbagai masalah kesehatan seperti peradangan, gatal, infeksi, ketidaksimetrisan payudara, kista, serta kerusakan jaringan. Tak jarang gadis yang pernah mengalami setrika payudara kemudian dadanya tak bisa tumbuh sama sekali.

Advertiser