Jumat, 08 Agustus 2014

Di Kota ini, Orang Tua Jual Anak, Suami Jual Istri

Cahgalek.com - Bila kamu mendengar atau melihat berita di TV tentang kasus perdagangan anak yang akan dijadikan PSK, rasanya kasihan sekali. Bagaimana kalau yang jadi korban adalah anak kamu sendiri. Bagi kamu mungkin dunia saat itu rasanya Kiaamat!. Tapi hal itu berbeda dengan para orang tua di Mesir tepatnya di Kota El Hawamdia.

Di El Hawamdia para gadis belia ditawarkan oleh orang tuanya yang bekerja sama dengan para broker untuk “menikahkan” anak gadis mereka. Yang dimaksud dengan menikah dalam konteks ini adalah “muta” atau kawin kontrak.

Setiap musim panas, banyak pria Arab yang datang ke El Hawamdia untuk menikah dengan gadis belia. Tidak tanggung-tanggung, mereka bisa memilih gadis yang berusia 11 tahun hingga gadis yang berusia 18 tahun.

Para gadis itu terperangkap dalam prostitusi yang berkedok perkawinan sah dalam agama. Direktur Child Anti-Trafficking Unit menyatakan bahwa gadis-gadis itu tidak hanya dinikahi, bahkan beberapa dibawa pulang untuk dijadikan prostitut.

Yang menyedihkan adalah fakta di mana orang tua turut ikut serta dalam perdagangan ini. Mereka tidak merasa bahwa anak mereka telah terjerumus dalam prostitusi. Yang orang tua tahu adalah bahwa anak mereka melakukan muta atau kawin kontrak, yang pada jaman dahulu kala diperbolehkan dalam Islam.

Namun, Nabi Muhammad kemudian melarang muslim untuk melakukan muta dan hubungan dengan gadis di bawah umur karena dianggap tidak bermoral. Sayangnya, beberapa masih menganggap bahwa Islam tidak pernah melarang perbuatan tersebut.

Masalah kawin kontrak di Kota El Hawamdia, Mesir mungkin hampir sama dengan di Kawasan Puncak Jawa Barat. Namun parahnya lagi, Tidak hanya gadis perawan atau yang belum menikah saja yang melakukan kawin kontrak, tapi perempuan yang telah bersuami juga melakukan kawin kontrak.

Tapi, sebelum dinikahi pelaku harus terlebih dulu meminta izin kepada suami dari perempuan itu. "Di sini laki-laki Arab kalau mau nikahin wanita itu harus izin suaminya dulu. Kalau suami oke nanti tanda tangan kontrak pakai materai. Kalau enggak setuju ya enggak bisa," kata Rudi, warga Jawa Barat, seperti dikutip dari merdeka.com.

Rudi mengatakan Kebanyakan yang melakukan kawin kontrak yaitu warga dari Cirebon, Cianjur. Mereka ditampung di vila-vila. Kebanyakan mereka kawin selama tiga bulan.

Kebanyakan warga asing yang melakukan kawin kontrak di kawasan puncak Jawa Barat dari Afghanistan dan Pakistan. Harga kawin kontrak tergantung kesepakatan, tapi bisa sampai puluhan juta perbulan-nya untuk kawin kontrak.

Advertiser