Kamis, 07 Agustus 2014

Fenomena Jilboobs yang Memancing Birahi

Cahgalek.com - Menutup aurat dengan mengenakan jilbab dan pakaian tertutup tanpa memerlihatkan lekuk tubuh adalah pakaian yang dianjurkan wanita muslim. Banyak wanita muslim sekarang khususnya remaja yang memakai jilbab juga masih tetap menunjukan kemolekan tubuhnya, hingga ada istilah "JILBOOBS".

Jilboobs merupakan kombinasi kata jilbab dan boobs (payudara). Gaya berbusana seperti ini mengombinasikan jilbab beragam gaya dengan pakaian super ketat atau transparan, sehingga payudara masih menonjol dari balik pakaian yang dikenakan. Tidak hanya payudara, lekuk tubuh pun masih terlihat jelas.

Cara berpakaian ini sebenarnya sudah ada sejak dulu, namun istilah ini baru beredar luas sekitar tahun 2014. Para pengguna jilboobs ini biasa disebut sebagai JILBOOBSERS atau JILBOOBSHOLIC.

Sebuah halaman Facebook "Jiboobs" banyak mengunggah foto-foto wanita dan beberapa foto artis Indonesia yang mengenakan jilbab yang mereka nilai sebagai Jilboobsers.

Seperti dikutip dari merdeka.com, Sosiolog Islam Negeri (UIN) Syarif Hidayatullah Jakarta, Musni Umar memandang tidak seharusnya semua orang menyalahkan pengguna hijab namun tetap menonjolkan bagian erotisnya. Sebagai remaja, mereka seyogyanya diberikan dukungan karena telah memutuskan memakai jilbab.

"Ini suatu proses yang bagus untuk anak-anak muda untuk pakai jilbab, toh berikutnya bisa diberikan kesadaran agar jangan erotis, ada proses lanjutannya," tandasnya.

Dukungan tentunya sangat dibutuhkan mereka agar bersemangat dan melanjutkan niatnya untuk terus berjilbab. Jika sejak awal sudah mendapat cercaan atau kritik, bukan tidak mungkin kaum remaja putri tersebut menarik kembali niatnya.

"Jangan baru apa-apa sudah cela mereka, sudah tidak memberi apresiasi pada anak-anak remaja, malah mempermalukan mereka di depan umum, kritik mereka. Ini proses perubahan sisi lama ke kehidupan baru, diberi pengertian agar tidak merangsang lawan jenis," pinta Musni.

Menurut Musni, sisi-sisi erotis tetap ditonjolkan untuk menarik perhatian lawan jenis. Ini terjadi di kota-kota besar di tengah kebebasan berekspresi, memakai pakaian modis dari berbagai jenis muncul kreasi-kreasi baru.

Musni Umar melihat fenomena jilboobs bukan sesuatu yang perlu dikhawatirkan. Meski, penggunanya mengenakan hijab, namun tetap memperlihatkan bagian-bagian erotis di tubuhnya.

Berjilbab kini menjadi tren baru bagi kaum remaja. Selain melihat sekelompok artis yang mulai gandrung memakainya, penggunaan jilbab dianggap lebih praktis dan mudah.

"Remaja itu sangat gandrung fashion, dan kreatif. Jadi kreatif itu sendiri melihat tren pakai jilbab tengah menjadi tren, artis-artis lain pakai. Mereka yang muda-muda bagus di sini, melihat jilbab lebih praktis lebih modis," kata Musni saat berbincang dengan merdeka.com.

Dengan berjalannya waktu, pakaian hijab yang dikenakan kaum remaja ini mendapat protes keras dari penganut konvensional. Mereka berpandangan, jilbab seharusnya dipakai untuk menutup aurat, bukan sekedar pakaian modis atau menarik perhatian lawan jenis.

"Ini sisi perbedaan dari kaum muda yang punya kreasi baru. Pada sisi lain orang-orang tua atau mungkin yang sudah usianya sebaya, puluhan tahun yang tetap ingin lihat jilbab itu bukan mode, tapi adalah dalam rangka menutup aurat. Sebaiknya tidak menonjolkan hal-hal yang bisa memancing birahi dari laki-laki," paparnya.
Sumber foto dari FP Jilboobs dan kaskus.com

Advertiser