Sabtu, 30 Agustus 2014

Menguak Bisnis Esek-esek di Bukittinggi

Cahgalek.com - Banyak wisatawan, baik lokal maupun mancanegara berkunjung ke Bukittinggi, Sumatera Barat untuk menikmati keindahan kota tersebut. Mbludaknya wisatawan membuat para pengusaha yang bergerak dibidang jasa dan hiburan ikut berburu rupiah.

Seperti dikutip dari rri.co.id, para pengusaha dibidang hiburan ini menawarkan kepada pengunjung lelaki hidung belang untuk bersantai serta melepas penat. Bahkan, prostitusi terselubung ini berada di lingkungan yang cukup padat.

Ada tujuh lokasi yang dijadikan tempat prostitusi illegal oleh para pengusaha jasa hiburan di Kota Bukittinggi ini. Ironisnya salah satu lokasi prostitusi ini justru berada di lingkungan rumah dinas 2 kepala daerah, yakni didekat rumah dinas Bupati Agam dan Rumah Dinas Walikota Bukittinggi yang berlokasi di Belakang Balok.

Modusnya tentu dibalut dengan tampilan yang  agak ekslusif. Tujuannya, tentu agar tidak mudah terendus oleh aparat penegak hukum dan penegak Peraturan Daerah (Perda) di kota itu.

Modus  yang digunakan oleh para penyedia jasa hiburan ini, juga tergolong sangat rapi, karena membuka praktek prostitusinya dengan berkedok tempat perawatan pribadi seperti salon, spa dan karaoke.

Namun, tidak hanya sekedar itu, jika berkunjung ke lokasi ini, para pengunjung nantinya juga akan ditawari jasa urut (Masajes) plus oleh para pekerjanya. Untuk mendukung usaha masage ini, tentu saja para pengusaha juga menyediakan kamar-kamar untuk melakukan prakteknya. Penyedia jasa ini juga mengklaim mereka telah mengantongi izin usaha pijat ini.

Walaupun sudah ada tarif normal yang ditetapkan oleh sang pengusaha jasa, tapi tarif tergantung dengan kesepakatan antara para pekerja dengan sang pelanggan atau tamu yang datang berkunjung.

Para pekerja jasa perawatan ini, juga bisa dibawa ke luar dari lokasi mereka bekerja, jika saja para pengunjung berani merogoh kocek tinggi. Mereka bahkan juga bisa dipanggil ke hotel atau penginapan di luar areal lokasi itu.

Demikian sibukkah kedua kepala daerah ini, sehingga mereka luput mengawasi praktek prostitusi yang berlangsung di sekitar areal rumah dinas mereka,atau mungkin secara tidak langsung mereka justru merestui keberadaan tempat ini, sebut Lukman, salah seorang masyarakat Kota Bukittinggi, yang tahu persis mengenai praktek prostitusi terselubung yang telah berlangsung sejak lama ini.

Lukman juga mengkhawatirkan perkembangan generasi muda dikota ini,karena ia juga mengetahui dikota Bukittinggi juga berdiri beberapa komunitas pencinta sejenis,seperti gay dan lesbian.

Sementara itu, salah seorang pemilik salon tempat Spa terbesar di Kota Bukittinggi yang berinisial M. Ia mempunyai dua tempat usaha jenis ini di Kota Bukittinggi. Ia juga mengaku mempunyai tamu beberapa orang pejabat penting dikota ini ,dengan menyebut nama-nama orang tersebut.

Si pemilik tempat esek-esek juga mengatakan, setelah usahanya ini berjalan beberapa tahun, Ia telah memiliki puluhan pelanggan tetap yang senantiasa mampir ke tempatnya.

Lebih lanjut ia mengatakan, pelanggan tetapnya juga banyak yang berasal dari luar Kota Bukittinggi,Ia juga mengaku mempunyai belasan tenaga jasa untuk massage ini.

Advertiser