Jumat, 08 Agustus 2014

Menjijikan, Arak Khas Korea Terbuat Dari Kotoran Manusia

Cahgalek.com - Pada umumnya minuman beralkohol atau arak terbuat dari buah-buahan seperti apel, anggur dan buah berry atau biji-bijian seperti barley dan beras. Tetapi ada juga minuman alkohol yang dikombinasikan dengan bahan-bahan tak lazim seperti ular, kadal, bahkan jari manusia!

Mungkin ini adalah salah satu arak atau minuman beralkohol paling tak biasa, karena berbahan dasar feses manusia. Minuman beralkohol itu namanya Ttongsul. Ttongsul atau kadang disebut Ddongsul merupakan minuman kesehatan tradisional Korea Selatan. Menurut Vice Japan, ttongsul yang berarti 'arak tinja'.

Minuman ini diperkenalkan kepada publik dunia pertama kali berkat reportase Yuka Uchida dari Vice Japan pada tahun 2013 lalu. Namum, Minuman alkohol ini sekaranj sudah sangat jarang ditemui dan sudah sangat sulit dicari. Bahkan orang Korea pada umumnya pun banyak yang tak mengetahui perihal minuman ini.

Hanya sedikit orang yang masih bisa membuat minuman ini di zaman modern ini. Pria bernama Dr. Lee Chang Soo yang berprofesi sebagai ahli pengobatan tradisional Korea mengaku kepada Uchida sebagai salah satu dari sedikit orang yang tahu bagaimana cara membuat minuman langka ini.

Seperti dilansir merdeka.com, ttongsul bisa dibuat dengan feses apa saja. Entah itu kotoran ayam, anjing, atau kotoran manusia. Hanya saja yang paling umum memang dengan menggunakan feses manusia.

Minuman ini diyakini memiliki banyak khasiat untuk kesehatan. Konon dapat menyembuhkan berbagai penyakit dan membantu penyembuhan patah tulang. Tetapi memang sudah tidak banyak lagi orang Korea yang memilih pengobatan tradisional dengan konsumsi arak ini.

Menurut Lee, ttongsul dapat diproduksi dengan dua cara. Cara yang lebih singkat adalah dengan mencampurkan alkohol dan kotoran dan difermentasikan selama beberapa hari saja. Tetapi karena cara pembuatannya yang singkat, menurut Lee ttongsul seperti ini kualitasnya tidak begitu bagus.

Untuk memperoleh ttongsul dengan kualitas bagus yaitu dengan cara menampung kotoran manusia di pispot atau tampon yang berisi kotoran manusia.

Pispot ini kemudian diiisi dengan alkohol dari sulingan air gandum dan di dalamnya diletakkan sebuah tongkat bambu. Kemudian larutan ini harus diendapkan selama berbulan-bulan agar terjadi fermentasi sempurna.

Semakin lama waktu pengendapan, akan semakin baik pula mutu arak yang dihasilkan nanti. Jika sudah jadi, larutan alkohol dan feses tadi tinggal disaring dan araknya bisa disimpan untuk dikonsumsi.

Menurut laporan tim yang mencoba minuman ini, meskipun dibuat dari kotoran yang normalnya berbau busuk ttongsul justru tidak berbau seperti kotoran. Minuman ini bahkan tidak berbau sama sekali. Mungkin karena metode fermentasinya telah dikembangkan dan disempurnakan selama berabad-abad.

Minuman ini memiliki kandungan alkohol yang tinggi dan sedikit terasa seperti ramuan obat Cina. Orang yang meminumnya tidak akan menduga kalau arak ini dibuat dari kotoran.

Untuk melihat video Arak Tradisional khas Korea Selatan Klik Disini

Advertiser