Minggu, 31 Agustus 2014

Wanita Indonesia Mulai Hobi Pakai Sex Toy

Cahgalek.com - Penggunaan Alat bantu seks atau lebih dikenal dengan sebutan sex toy di Indonesia masih dianggap tabu. Tuduhan miring pun akan dilontarkan masyarakat kepada pengunanya. Tapi kini pengunaan sex toy mulai marak di Indonesia. Sex toy juga sudah marak dijual bebas di Internet. Bahkan ada juga toko yang khusus menjual alat tersebut di Jakarta, dengan bentuk yang beragam dan harga yang berbeda-beda.

Seperti dilansir merdeka.com, toko yang menjual alat bantu seks tersebut berada di kawasan Jatinegara, Jakarta Timur. Toko berukuran, 3 x 3 meter tersebut menjual berbagai jenis kebutuhan seks, dari berbagai jenis merek kondom obat kuat hingga sex toy.

Toko yang berada di tengah-tengah kios-kios suku cadang mobil dan motor ini memang tidak terlihat mencolok. Bentuknya yang terlihat seperti kios pedagang pil biru ini ternyata menyimpan bermacam-macam jenis seks toy di dalam sebuah lemari. Harganya bervariasi, tapi rata-rata berkisar Rp 300.000-Rp 500.000.

Nando seorang penjaga toko mengatakan, bisnis yang dilakukan oleh bosnya (pemilik toko) mulai dirintis sejak tahun 2012 lalu. Dijelaskan dirinya, sejak awal berdiri hingga kini, permintaan sex toy mulai mengalami peningkatan. "Awal-awal kan hanya jual obat kuat doang sama kondom. Terus mulai tahun 2012 baru dah coba-coba jualan sex toy. Awalnya nggak laku, tapi sekarang-sekarang udah mulai banyak yang nyari," kata Nando, Sabtu (30/8).

Nando mengatakan, sex toy yang ada di toko tersebut adalah hasil import dari negeri sakura Jepang. Alat tersebut awalnya dijual melalui media internet, sebagai bentuk promosi. "Di iklan di internet. Kalau ada yang mau beli dia telepon kita, dari situ baru kita kasih tahu alamatnya. Kalau dia mau sistem kirim juga kita bisa," katanya.

Nando mengatakan, dalam sehari biasanya tokonya tersebut dapat menjual sekitar 3-5 sex toy dari jenis yang berbeda-beda. Sedangkan para pembeli menurut Nando kebanyakan adalah para wanita setengah baya dan juga perempuan penyuka sesama jenis (lesbi). "Kalo yang dateng minimal sehari tiga. Tapi kadang ada juga yang minta kirim barang ke luar kota. Biasanya banyak ibu-ibu, yang ngaku kesepian, ada juga cewek-cewek muda, ada juga laki-laki kantoran, terus yang lesbian juga banyak," paparnya.

Nando menjelaskan, biasanya para pembeli yang sudah menjadi langganan di tokonya tersebut akan membeli dan menjualnya kembali kepada teman-teman lain yang penasaran. "Mereka kayak ketagihan, beli satu terus entar beli lagi lebih dari satu. Katanya sih buat dijual lagi tapi ada juga yang buat koleksi," tandasnya.

Lalu, berbahayakah sex toy untuk digunakan?

"Jika sebagai alat pengganti (manusia) itu berbahaya. Sebagai tambahan saja jika suami atau isteri ada kekurangan, itu enggak apa-apa," kata Seksolog Mintarsih Latief, Sabtu (30/8).

Menurutnya di dalam pemakaian sex toys harus dipertimbangkan masak-masak alasan penggunaannya. Jika terlanjur memakai dan ketagihan, hal tersebut akan berefek negatif. "Kita harus bisa bedakan, butuh apa untuk menikmati kesenangan. Jika berkelanjutan akan berbahaya bagi pengguna dan pasangannya," terang dia.

Mintarsih mewanti-wanti anak muda hendaknya tak mencoba-coba penggunaan sex toys untuk menyalurkan hasrat seksualnya. Hal itu akan berdampak negatif pada kehidupan seksualnya di masa depan. "Kalau aman jangan digunakan pada usia muda. Bagi dirinya yang belum ada pasangan di kemudian hari akibatnya bahaya, bisa saja tidak ingin punya pasangan," tegas dia.

Sedangkan untuk pasangan suami-isteri, dia berpesan pemakaian sex toys harus melalui komunikasi dengan pasangan. Keterbukaan akan lebih menjamin keharmonisan hubungan seksual dengan belahan jiwa. "Untuk menutupi kekurangan yang sama-sama dimiliki (suami-isteri), kalau bisa diatur. Penggunaannya harus kerjasama, belum tentu antar pasangan tidak setuju," pungkas dia.

Advertiser