Rabu, 10 September 2014

Heboh, Video Mesum Anggota DPRD Bengkulu dan Pelajar

Cahgalek.com - Video mesum anggota DPRD periode 2009-2014 Kabupaten Rejang Lebong Provinsi Bengkulu dengan pelajar beredar luas di masyarakat.

Seperti dikutip dari liputan6.com, Video mesum anggota DPRD Bengkulu dengan pelajar SMA swasta di Kota Curup itu beredar melalui ponsel ke ponsel. Dalam video berdurasi 21 menit 33 detik itu, terlihat anggota DPRD tersebut melakukan adegan mesum dengan pelajar yang masih mengenakan seragam sekolah.

Adegan mesum anggota DPRD Bengkulu dilakukan di kamar kos itu direkam menggunakan telepon genggam. Ini terlihat dari kualitas gambar dan cahaya yang tampil sangat minim mengandalkan penerangan lampu kamar kos saja.

Anggota DPRD Bengkulu dalam video mesum itu diduga politisi Partai Kebangkitan Bangsa. Kenyataan ini membuat Ketua DPW PKB Provinsi Bengkulu Herliardo berang. "Dia sudah kami pecat, ini sangat memalukan, tapi saya belum lihat videonya," ujar Ketua DPW PKB Provinsi Bengkulu Herliardo.

Secara kepartaian, lanjut Herliardo, jika pelaku diproses hukum, PKB tidak akan memberikan perlindungan apalagi pembelaan. Sebab, pelaku saat ini sudah bukan anggota partai lagi.

Kepolisian Bengkulu telah menangani kasus ini. Kabid Humas Polda Bengkulu AKBP Joko Suprayitno mengatakan, tengah mengumpulkan barang bukti untuk mengungkap kasus ini.

Masih kata Joko, video itu dibuat satu bulan lalu dan baru beredar beberapa hari ini. "Dalam salah satu percakapan menyebutkan soal hasil pilpres, ini menyatakan bahwa video ini baru direkam," ujar Joko di Mapolda Bengkulu (8/9/2014)

Menurut Joko, polisi sudah memeriksa orangtua remaja perempuan yang masih duduk di kelas II SMA itu. Rencananya hari ini, pelaku pria yang gagal menjadi anggota dewan periode 2014-201 itu, akan diperiksa.

Di tengah ramainya kasus ini, muncul juga kasus rekaman video mesum berdurasi 30 menit 16 detik. Adegan mesum itu dilakukan pria yang sama, namun dengan wanita yang diduga mahasiswi.

Menurut Joko, video itu juga tengah diselidiki guna mengetahui motif di balik beredarnya video mesum yang membuat resah masyarakat itu. "Kita selidiki motifnya, apakah masuk dalam pelanggaran pidana pornografi, pemerasan atau pelanggaran undang undang perlindungan anak," tegas Joko.

Advertiser