Jumat, 26 September 2014

Kisah Mahasiswi yang Nyambi Jadi Garmo Kelas Atas

Cahgalek.com - Polisi Unit Judi Sila Satuan Reserse Kriminal Polresta Medan menangkap seorang mahasiswi berinisial Q karena menjalankan aktivitasnya sebagai mucikari atau germo.

Dilansir merdeka.com, Jumat (26/9/14) Q adalah seorang germo atau mucikari kelas atas. Dia ditangkap oleh petugas disebuah hotel berbintang lima di Jalan Perintis Kemerdekaan, Medan. Dia tertangkap tangan menyediakan perempuan untuk memberikan pelayanan seks.

Perempuan ini tidak dapat mengelak, karena calon kliennya ternyata polisi yang melakukan penyamaran. Saat penangkapan, polisi juga menyita sejumlah barang bukti dari tangan Q.

"Dari Q kita mengamankan barang bukti berupa uang tunai Rp 2 juta dan 1 unit HP BlackBerry," kata Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Victor Ziliwu, Rabu (24/9).

Usai ditangkap petugas yang menyamar, Q langsung diperiksa petugas Reskrim Polresta Medan.

Berdasarkan penyelidikan yang dilakukan polisi, Q mempekerjakan 30-40 perempuan untuk melayani pria hidung belang kelas atas. Usia para perempuan itu berkisar 20 sampai 25 tahun.

Q mengaku masih kuliah di salah satu perguruan tinggi swasta di Medan. Dia telah menjadi mucikari sekitar 3 tahun terakhir. "Dia mengaku menjadi mucikari untuk membiayai kuliah," ujar Wakasat Reskrim Polresta Medan AKP Victor Ziliwu.

Dalam menjalankan usahanya, Q bisa berkomunikasi dengan para lelaki hidung belang melalui pesan BBM. Dia kemudian menyediakan pesanan yang diinginkan sang klien dan bertemu di tempat yang disepakati, yang harus merupakan hotel berkelas.

Dalam menjalankan bisnisnya sebagai mucikari alias germo, Q tidak sembarang terima order. Hanya orang-orang tertentu yang dia kenal yang bisa memesan 'ayam' miliknya. Selain itu, ia hanya mau bertransaksi di hotel berbintang.

"Tarifnya Rp 2 juta hingga Rp 3 juta untuk sekali berhubungan intim. Harga bisa naik jika sang perempuan itu dibooking dari Jakarta, Bandung, atau daerah-daerah lain. Dari setiap transaksi Q mendapatkan Rp 500 ribu," jelas Victor Ziliwu.

Pria hidung belang yang memakai jasa Q umumnya merupakan pengusaha atau pejabat di Sumut.

"Selain itu, ada juga pengusaha atau pejabat luar yang sedang dinas ke Kota Medan," jelas Victor Ziliwu.

Q sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus ini. Dia dijerat dengan Pasal 506 dan Pasal 296 KUHP dan Pasal 2 ayat (1) jo Pasal 12 UU No 21 Tahun 2007 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Perdagangan Orang.

Advertiser