Kamis, 25 September 2014

OMG! Ternyata Tiap 40 Detik Ada yang Melakukan Aksi Bunuh Diri

Cahgalek.com - Tindakan bunuh diri adalah tindakan tercela, bodoh, pengecut dan dosa besar. Yang mengejutkan adalah jumlah orang mati karena bunuh diri lebih banyak ketimbang akibat bencana alam atau perang.

Berdasarkan laporan WHO, setiap tahunnya lebih dari 800.000 orang didunia ini mati karena bunuh diri. Dikutip dari tribunnews, sekitar 75% persen kasus bunuh diri yang terjadi dideteksi berasal dari negara yang perekonomiannya menengah ke bawah. Metode yang paling  sering digunakan adalah meminum pestisida, gantung diri, dan menembak diri.

Dalam laporan global pertama mengenai pencegahan bunuh diri ini WHO menyampaikan fakta mengejutkan bahwa jumlah orang yang bunuh diri lebih banyak dari gabungan korban perang, bencana alam, dan konflik lainnya. Setiap 40 detik seseorang di dunia melakukan aksi bunuh diri. Herannya, hanya ada sedikit negara yang memiliki kebijakan pencegahan bunuh diri.

Karena lebih banyak orang mati bunuh diri ketimbang akibat bencana alam atau perang, WHO menggolongkan bunuh diri sebagai masalah kesehatan global.

Shekhar Saxena, Direktur Kesehatan Jiwa dan Penyalahgunaan Narkoba di WHO, mengatakan bahwa bunuh diri merupakan tindakan orang yang merasa depresi, terisolasi, dan tak punya harapan. Ia menyarankan masyarakat untuk lebih mendukung dan memberi perhatian pada mereka yang mengalami stress berat.

Hampir di semua kasus, orang yang melakukan bunuh diri telah mencari pertolongan dari seseorang. Bisa pada teman, keluarga, sistem jaminan sosial, organisasi agama, dan lain-lain. Sayangnya respon yang didapat seringkali tidak positif sehingga mereka menjadi lebih putus asa.

Menurut WHO, fakta mengapa lebih banyak orang mati bunuh diri ketimbang akibat bencana alam atau perang juga disebabkan oleh media. Aksi bunuh diri yang dilakukan selebriti dan diberitakan di media dapat memancing perilaku meniru.

Alexandra Fleischmann, ilmuan dari WHO, menekankan bahwa media seharusnya tidak melaporkan kasus bunuh diri dengan glamor atau sensasional. Ia cemas pemirsa akan melakukan perilaku imitasi dan melakukan hal serupa.

Tingkat bunuh diri tertinggi sendiri ada di Eropa Tengah dan Eropa Timur. Secara keseluruhan di dunia terdapat lebih banyak pria yang bunuh diri ketimbang perempuan, terutama mereka yang tinggal di negara maju.

Advertiser