Senin, 22 September 2014

PR Matematika SD 4+4 Heboh di Medsos

Cahgalek.com - Soal pekerjaan rumah (PR) matematika Sekolah Dasar (SD) kelas II heboh di facebook arena seorang mahasiswa Jurusan Teknik Mesin Universitas Diponegoro tidak terima adiknya di beri nilai 20.

Soal perkalian yang di unggah di facebook oleh Muhammad Erfas Maulana menjadi perdebatan karena ada perbedaan konsep dalam menjawab.

Awalnya Erfas diminta adiknya membantu menyelesaikan 10 soal PR. Pertanyaan PR itu diantaranya, 4+4+4+4+4+4 = x =. Untuk menjawab soal ini, Erfas mengajari adik yang duduk di kelas II dengan jawaban 4+4+4+4+4+4 = 4 x 6 = 24.

Ternyata jawaban itu salah, versi guru yang benar adalah 4+4+4+4+4+4 = 6 x 4 = 24. Hasil sama namun proses beda.

Erfas tidak terima karena baginya yang terpenting jumlahnya. Dia pun terpancing emosinya karena sang adik yang bernama Habibi cuma dapat nilai 20. Artinya hanya benar dua, sedangkan 8 soal lainnya salah.

Setelah soal diunggah 18 September lalu, komentar pro dan kontra pun berdatangan. Sempat terjadi perdebatan antara Erfas dengan rekannya. Karena sang rekan menganggap guru sang adik sudah benar.

"Benar guru nya. Itu konsep. Maaf, hanya ingin meluruskan saja," kata Ghorizah Tyas.

"Wah bener fas...jadi kasian adekmu fas, cuma gara2 hal kecil toh sbenarnya itu sama loo, eh d salahin ik, ijin berbagi ya fas," tulis Gilang Widya Permana.

Erfas pun merespon, "Bukankah sama saja Ghorizah Tyas? Konsep yg bagaimana?soalnya saja kayak gini, bukankah harusnya bebas dimana meletakkan angka? Apakah siswa-siswi indonesia tidak boleh kreatif mengerjakan suatu masalah? Misal, bila kita ingin ke pasar johar, anda mau naik mobil atau pun motor kan bebas yg penting sampai pasar johar. Terima kasih. Mohon maaf."

Namun ada juga yang berkomentar netral, tidak menilai jawaban siapa yang benar. "Neg nurutku sih sakjane keduanya sama. hanya saja bagi yg mengambil jurusan matematika lebih paham maksudnya fas dan mereka pasti hendak menanamkan sesuatu ke siswa. tp neg pendapatku harusnya kedua jawaban kudu dibenarkan toh masih kecil juga ga paham esensi mengapa harus 4x5 bukan 5x4," tutur Roqy Heydar.

Sadar hal itu menjadi perdebatan cukup alot, Erfas pun mengajak teman-temannya untuk tidak merasa paling benar. "Jadi alangkah baiknya kita saling berpikir terbuka, saling menghargai pendapat masing-masing," tutup Erfas.

Inilah updatean Erfas di Facebook

Saya mohon maaf bila ada pihak-pihak tertentu yang kurang berkenan dengan postingan saya ini terutama para guru khususnya guru SD dan guru matematika. Disini saya tidak bermaksud untuk menyalahkan pihak-pihak tertentu. Untuk para pembaca, saya mohon agar tidak menyalahkan para guru, karena guru juga mengajarkan sesuai konsep yg sudah ada.
Dan disini saya hanya menuliskan pendapat yang ada di benak saya.
Terimakasih atas pengertiannya.

Secara konsep yang ada selama ini sang guru benar, tapi apa salahnya jika seorang murid yang belum tahu konsep yang sudah ada dari dulu karena belum diajarkan sebelumnya menggunakan konsep lain yang saya rasa lebih mudah untuk dipahami anak SD, hasilnya pun juga sama, sama-sama benar. Kalo ada yang mudah kenapa dipersusah?

Kalo bicara masalah proses, konsep yang digunakan guru menggunakan proses. Tapi konsep saya mengajarkan adek saya juga menggunakan proses.

Semoga kualitas pendidikan di Indonesia dapat meningkat.

agar tidak timbul kesalahpahaman, akan saya ceritakan kronologis kejadiannya

suatu malam adek saya kelas 2 SD mendapat PR dari gurunya, soal 4+4+4+4+4+4 = x =
karena adek saya belom paham maksud dari soal tersebut, akhirnya adek saya bertanya kepada saya. saya pun bertanya kepada adek saya apakah PR tersebut sudah diajarkan sebelumnya atau pun ada contoh cara mengerjakannya. adek saya pun menjawab belom pernah diajarkan sebelumnya dan di buku tulisnya pun gak ada contoh cara mengerjakannya.

Dari situ saya berpikir, oh mungkin gurunya ingin muridnya mandiri, ingin muridnya mengerjakan dengan caranya sendiri, ingin mengetahui seberapa besar kemampuan nalar/logika muridnya.

Mulai lah saya mengajarkan adek saya cara perkalian yang menurut saya lebih mudah dipahami oleh anak kelas 2 SD, 4+4+4+4+4+4 = 4 x 6 = 24, dengan alasan empatnya ada enam kali. saat itu saya tidak berpikir posisi angka 4 dan 6, toh hasilnya sama saja, toh soalnya "=....x....="

berhubung adek saya belom bisa perkalian, maka saya suruh dia menambahkannya dengan cara (4+4)+(4+4)+(4+4) = (8+8)+8 = 16 + 8 = 24
singkat cerita selesailah 10 soal PR adek saya itu.

di malam berikutnya, adek saya bilang ke saya bahwa PRnya yang kemaren dapet nilai 20. sontak saya kaget karena saya yakin jawaban adek saya benar semua.
saya lihat kembali pekerjaanya. ternyata yang membuat dia disalahkan adalah karena posisi angka 4 dan 6 terbalik. jawaban yang benar cuma 8x8 dan 4x4, mau dibolakbalikpun sama aja.
saya yakin kalo salah satu angka di soal 8x8 dan 4x4 diganti, adek saya bakal dapat nilai 0. hehehe

dari kejadian tersebut saya berpikir, apakah pepatah "seribu jalan menuju roma" benar adanya? Kan belom diajari juga, masa' harus sama dg cara gurunya --"

oke saya dapet contoh soal lagi

1/2 x 4 = ... saya akan mengajarkan cara, 1/2.nya ada empat, jadi 1/2 + 1/2 + 1/2 + 1/2.. bisa dikatakan 1/2 x 4 = 1/2 + 1/2 + 1/2 + 1/2
kalo hanya berpatok pada 1 konsep, gimana jadinya bila soalnya 1/2 x 4 = 4 + ?

oke bila soalnya diganti pun jadi 4 x 1/2, saya tetep bakal ngajari 1/2 + 1/2 + 1/2 + 1/2, karena apa? karena itu cara termudah.

dengan begitu kan sudah jelas bahwa 4 x 1/2 = 1/2 x 4 = 1/2 + 1/2 + 1/2 + 1/2.

yang perlu diperhatikan disini, saya tak mau ngotot menggunakan 1 cara saja, kan ada seribu jalan menuju roma..

Advertiser