Selasa, 30 September 2014

Surga Esek-esek Pria Korea & Jepang di Indonesia

Cahgalek.com - Beberapa tempat hiburan di daerah Cikarang, Kabupaten Bekasi yang lokasinya tepat berada di Jalan Singaraja, persis di belakang gedung Cikarang Grove, Lippo Cikarang menjadi ajang kumpul para ekspatriat Korea dan Jepang untuk menghabiskan waktu bersama melepas lelah. Tak hanya itu, tempat ini juga surganya esek-esek pria Korea dan Jepang di Indonesia.

Saat malam, apalagi weekend, puluhan bahkan ratusan mobil terparkir rapih di tempat hiburan yang dihiasi dengan lampu remang-remang, dan papan nama dengan huruf Korea. Jalan Singaraja memang dikenal tempat para ekspatriat Korea dan Jepang untuk sekadar nongkrong dan juga pertemuan bisnis.

Di tempat ini berjejer ruko yang dijadikan tempat karaoke, cafe, dan juga pijat plus-plus sepanjang jalan.

Tempat ini sangat ramai saat weekend, pria atau pun wanita asal Korea dan Jepang terlihat hilir mudik saat malam tiba. Namun tempat ini bukan sekadar tempat melepas penat, kisah-kisah menarik tentang kehidupan seksual para ekspatriat juga muncul di sini.

Para ekspatriat Korea itu bisa menghabiskan uang hingga puluhan juta rupiah setiap kali datang ke lokasi hiburan di Cikarang.

Menurut salah seorang pegawai Toto Karaoke di Cikarang, perempuan-perempuan penghibur di tempat karaoke lebih suka melayani mereka dibandingkan orang lokal.

Seorang wanita berambut pirang dengan poni di atas alis mata, terlihat sedang duduk manis di depan ruko Toto Karaoke. Wanita yang mengaku bernama Niken ini, adalah seorang wanita pemandu lagu atau yang lebih dikenal dengan sebutan Lady Companion (LC) di tempat karaoke tersebut.

Niken menceritakan, seputar pekerjaan yang dijalani setiap malam. Perempuan berkulit putih ini mengaku lebih suka menemani ekspatriat asal Korea dibanding yang lokal.

Menurut Niken, lelaki Korea memiliki sifat yang loyal alias tidak pelit. "Kalau orang Korea tuh baik-baik, udah gitu ganteng kalau yang masih muda. Mereka kalau ngasih uang tips itu lumayan gede," kata Niken, yang mengaku asli kelahiran Cikarang 23 tahun lalu, seperti dikutip dari merdeka.com, Jumat (26/9).

Niken mengatakan, tempat hiburan malam di Jalan Singaraja, memang selalu ramai oleh para ekspatriat baik dari Korea ataupun Jepang.

Berbeda dengan Korea, Niken mengaku jika orang Jepang memiliki sifat pemarah jika tidak puas dilayani. "Kalu orang jepang rata-rata galak-galak orangnya. Tapi kalau kita nurutin maunya mereka duit sih dikasih banyak," jelasnya.

Niken mengaku, ketampanan para ekspatriat Korea adalah faktor utama baginya untuk mau melayaninya.

Niken pun rela diperlakukan apapun oleh laki-laki tersebut. "Kalau yang muda ganteng-ganteng. Gue mah rela diapain juga. Kalau suka sama suka yang tinggal cari tempat di luar. Tapi biasanya kebanyakan yang udah tua yang ngajak gituan. Kalau anak muda biasanya cuma seneng-seneng di dalam karaoke aja," ucap Niken.

Niken adalah satu dari ratusan perempuan yang bekerja di tempat hiburan malam. Dia pun berharap kelak bisa berhenti dari pekerjaannya dan bisa menikahi ekspatriat Korea yang dilayaninya. "Mudah-mudahan aja dapet jodoh orang korea, soalnya kan mereka kaya-kaya di sini. Kalau dapet jodoh orang Korea gue pasti berhenti lah," tandasnya.

Niken mengaku, senang menemani para bos-bos Korea tersebut. Dia menambahkan, tidak menutup kemungkinan hubungan dengan ekspatriat tersebut dilakukan di luar pekerjaannya."Kalau sudah tukeran nomor telepon, ngelanjutin di luar pekerjaan. Ada kok temen yang sampe pacaran," katanya.

Salah satu tempat karaoke di Jalan Singaraja, yang diberi nama 'Element karaoke' cukup ramai di kunjungi oleh kaum ekspatriat ini. Harganya cukup fantastis memang. Bisnis karaoke plus-plus ini memiliki harga paket dari Rp 1,5 juta hingga Rp 3 juta setiap dua jamnya.

"Paket ini sudah termasuk LC dan minuman. Beda harga beda LC, kalau 1,2 juta kami kasih LC 2 dan tempatnya medium. Kalau yang paling mahal LC 6 ruangan lebih besar," kata seorang pria yang berada di meja resepsionis.

Pria tersebut pun mengantarkan untuk melihat-lihat ruang karaoke. Sejumlah wanita cantik yang akan menemani para tamunya telah berbaris dalam satu ruangan.

Ruangan karaoke memiliki desain khas negeri ginseng. Dengan cahaya yang minim, ruangan ini sangat nyaman untuk menghabiskan waktu bersama teman-teman.

"LC kita cewek Korea made in Cikarang, alias lokal tapi bergaya cewek-cewek Korea," canda sang Resepsionis.

Pria ini menjelaskan, awalnya tempat karaoke tersebut memang menawarkan wanita penghibur asal Korea. Namun karena masalah surat izin tinggal, kini wanita lokal pun diberdayakan untuk menggantikannya.

"Paling ada musimnya wanita Korea kita sajikan. Karena ngurus surat-suratnya agak susah. Jadi pake cewek lokal bergaya cewek korea aja," ucapnya

Advertiser