Jumat, 26 September 2014

Tak Hanya Penyakit, Ternyata Kematian Juga Bisa Menular

Cahgalek.com - Kematian itu pasti akan terjadi pada seluruh umat manusia di dunia ini. Tetapi sudah tahukah kamu, kalau kematian ternyata dapat menular kepada orang dekat.

Kamu pasti pernah mendengar kisah kematian beruntun? Seperti seorang suami yang ditinggal istrinya meninggal, akhirnya jatuh sakit dan berujung kepada kematian.

Seperti dilansir infospesial.net, para peneliti dari University Of Birmingham, Inggris, melakukan penelitian kematian menular atau beruntun ini. Mereka para peneliti mencari tahu hubungan antara emosi ekstrem seperti kesedihan yang berdampak pada keruksakan fatal sistem imunitas tubuh yang berujung pada kematian.

Para peneliti ini meneliti sel darah yang disebut neutrofil pada orang-orang yang baru saja ditinggal mati. Sel Neutrofil pada tubuh berfungsi memerangi infeksi bakteri seperti pneumonia dan lain-lain.

Hasilnya adalah pengaruh emosi ekstrem akibat ditinggal mati pada sel neutrofil anak muda, tidak banyak berpengaruh, Hal ini dikarenakan anak muda masih bisa menetralisir rasa sakit akibat ditinggal mati lebih cepat.

Namun pengaruh emosi ekstrem akibat ditinggal mati pada sel neutrofil orang yang berusia di atas 65 tahun naik signifikan. Orangtua secara tiba-tiba merasa kesepian akibat ditinggal orang yang dicintai.

Karena tidak berfungsinya sel neutrofil inilah maka tubuh tidak mampu memerangi infeksi bakteri yang mematikan

Hasil dari penelitian mengungkapkan bahwa seorang duda yang ditinggal mati istrinya 6 kali lebih beresiko cepat meninggal. Sedangkan janda yang ditinggal mati suaminya beresiko dua kali lipat lebih cepat

Kematian memanglah bukan hal mudah yang dapat dihadapi dan diterima oleh keluarga dan orang terdekat. Hanya doalah yang dapat menyelamatkan manusia saat ujian tersebut datang.

Advertiser