Rabu, 03 September 2014

Unik, Sabun Anti Najis Mugholadzoh

Cahgalek.com - Interaksi dengan anjing pada masa kini pun menjadi hal yang biasa. Padahal, orang muslim memiliki hukum tentang batasan najis, yang termasuk diantara jenis najis tersebut adalah air liur anjing. Seperti kita ketahui dalam Islam, bahwa najis besar harus dihilangkan dengan mencuci bagian tubuh yang terkena dengan tujuh kali bilasan air dan salah satu diantaranya menggunakan tanah.

Sekarang masyarakat umum terutama umat muslim boleh merasa lega, karena mahasiswa Fakultas Kedokteran Hewan IPB yang bernama Ahmad Fizri Afriandana dan timnya yang terdiri dari Tri Rizka Abdilla, Muhammad Fariz Firdaus, Devy Nur Priscaningtyas, dan Nila Arum Sari, telah menemukan dan membuat sabun antinajis beraromaterapi “AnMugh” (Anti Mughaladzoh).

Menurut Fizri, Produk ini ditujukan bagi kaum muslim di sekitar Dramaga terutama di kawasan IPB. Institut Pertanian Bogor memiliki Fakultas Kedokteran Hewan yang di dalamnya banyak mahasiswa yang sering berinteraksi dengan hewan seperti anjing dan babi. Dengan jadwal yang padat, mereka hanya memiliki sedikit waktu sehingga akan sangat merepotkan jika harus mencari tanah dan sabun sekaligus untuk bersuci.

“Tidak hanya mahasiswa FKH, mahasiswa dari fakultas lain juga dapat menggunakannya. Karena sabun ini dapat membersihkan najis besar, maka najis kecil dan sedang pun dapat dibersihkan dengan sabun ini. Sementara sasaran produk sabun AnMugh adalah masyarakat umum, khususnya pemilik hewan peliharaan dan orang-orang yang berkecimpung dalam dunia medis veteriner,“ tandasnya, seperti dikutip dari Suaraagraria.com.

Sabun ini dibuat dengan campuran minyak kelapa, tanah, dan bahan-bahan beraromaterapi yang dapat membuat bersuci jadi lebih mudah dan indah.
Fizri memaparkan, “Sabun AnMugh adalah inovasi sabun dengan campuran tanah di dalamnya. Sabun ini berfungsi untuk menggantikan tanah dalam bersuci dari najis mugholadzoh (najis besar). Selain itu, sabun ini juga menjadi sabun dengan aromaterapi yang khas. Terdapat tiga variasi aromaterapi dalam sabun ini, yaitu lavender, kenanga, dan jeruk nipis. Variasi produk ini memungkinkan konsumen untuk memilih aroma dalam sabun sesuai selera.”

"Cara pembuatan sabun AnMugh cukup sederhana. Bahan-bahannya meliputi tanah, NaOH, ekstrak bunga lavender, minyak jagung, minyak kelapa, minyak sawit, madu, susu, air, antijamur dan antibiotik. Semua bahan-bahan tersebut akan diukur dengan menggunakan timbangan sesuai dengan keperluan untuk pembuatan sabun. Alat-alat untuk membuatnya antara lain timbangan, batang pengaduk, trashbag, mortar, baskom, nampan penyimpanan, mixer listrik, hairdryer, dan kemasan plastik,” jelasnya.

“Sabun AnMugh dikemas dalam bentuk batang agar lebih praktis dibawa. Setiap produk dilampiri dengan catatan komposisi dan petunjuk pemakaian. Produk sabun AnMugh dikemas dengan kemasan 100 gram. Keunggulan produk ini adalah memberikan manfaat bagi kesehatan pengguna, meningkatkan efisensi waktu dalam bersuci, dan harganya terjangkau. Selain beraromaterapi, sabun An-Mugh juga bersifat antinyamuk. Rencananya, sabun ini akan dipasarkan dengan harga Rp 15.000,- per batang,” tambahnya.

Harapannya, produk ini dapat meningkatkan efisiensi konsumen dalam membersihkan najis secara syar’i, menciptakan peluang usaha bagi mahasiswa, serta memperkenalkan dan menyediakan produk inovasi sabun yang dapat membersihkan najis besar dan najis kecil An-Mugh. Disamping itu, usaha penjualan sabun antinajis beraromaterapi AnMugh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat, memiliki nilai komersial yang tinggi, dan menjadi salah satu peluang usaha yang berprospek baik ke depannya.
Intinya, harus disadari bahwa kita hidup di lingkungan yang tidak steril. Banyak kontaminan di sekeliling kita. Keberadaan hewan seperti anjing pun tidak bisa dipungkiri ada di sekitar kita. Masyarakat muslim memiliki larangan untuk menyentuh air liur anjing. Air liur anjing ini memiliki banyak bakteri yang sulit dihilangkan kecuali dengan unsur tanah. Hal ini sesuai hadits yang membahas tentang najis. Oleh karena itu, produk kami hadir untuk mengatasi masalah ini.
Rencana selanjutnya adalah melakukan produksi yang lebih besar serta melakukan promosi secara intensif. Promosi lewat media sosial juga akan terus dilakukan guna menjaring calon konsumen di luar IPB dan di luar Bogor.

Advertiser