Senin, 22 September 2014

Wih, Di Taiwan Sirih dan Pinang Dijajakan Cewek-cewek Seksi

Cahgalek.com - Di Indonesia biasanya kapur sirih dijual di pasar-pasar tradisional dan Penjualnya wanita tua bersanggul sederhana, tapi di Taiwan buah pinang dan sirih dijual di pinggir jalan raya dan penjualnya adalah wanita-wanita bertubuh seksi yang mengenakan pakaian-pakaian minim.

Seperti dilansir merdeka.com, cewek-cewek seksi itu disebut 'betel nut beauty', mereka menjual barang dagangannya di tepi-tepi jalan raya. Tak hanya menjual betel nut atau buah pinang, wanita-wanita berbalut pakaian 'mengundang nafsu' tersebut juga menjual rokok.

Penampilan mereka tampak begitu mencolok dengan tank top atau bra yang menonjolkan belahan dada dan bawahan super mini. Wajah mereka pun dipoles riasan sensual. Biasanya mereka duduk di sebuah kios dari ruang kaca terang benderang di pinggir jalan sambil menunggui dagangan atau melinting pinang dengan daun sirih.

Kehadiran mereka juga mengundang kontroversi. Sebab betel nut beauties yang mengenakan pakaian sensual di tempat umum seringkali menjadi sasaran pelecehan seksual. Walaupun begitu keberadaan mereka menjadi 'penyegar' bagi para pengemudi yang tengah berusaha membunuh rasa kantuk di tengah jalan raya.

Tradisi menjual pinang dengan pakaian provokatif ala betel nut beauties ini berawal dari Shuangdong Girls pada 1960-an. Kala itu Shuangdong girls yang sengaja dipasang untuk menjadi daya tarik pengunjung dalam Shuangdong Betel Nut Stand di Guoxing, Nantou juga menonjolkan penampilan seksi. Keberhasilan strategi pemasaran acara ini menjadikan konsep Shuangdong Girls ditiru oleh para pesaingnya.

Dalam waktu singkat muncullah fenomena betel nut beauties. Gadis-gadis ini sengaja dipasang di pinggir jalan raya untuk menjajakan produk hasil olahan pinang kepada para pengemudi truk, target penjualan utama produk tradisional ini.

Betel nut beauties sudah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya perkotaan Taiwan. Kebanyakan dari mereka berasal dari golongan ekonomi menengah ke bawah.

Advertiser