Jumat, 17 Oktober 2014

Terungkap, Admin FP Anti Islam Ternyata Dari Boyolali?

Cahgalek.com - Akun Facebook Komunitas Anti-Islam belakangan ini menjadi perhatian publik. Admin halaman facebook yang berisi pernyataan-pernyataan kebencian dan peghinaan terhadap Islam akhirnya terungkap.

Seperti dilansir arrahmah.com , halaman yang bergabung dengan facebook sejak 9 Juni 2008 lalu dan diikuti oleh lebih dari 11.000 likers itu kerap menafsirkan ayat Al-Qur’an dan hadist nabi secara serampangan dan penuh kesesatan.

Dalam keterangan halaman kontroversial itu, si admin bahkan mengklaim: ISLAM ITU AGAMA SESAT, TIDAK ADA KEBENARAN DI DALAMNYA. HANYA TEMPAT IBLIS BERNAUNG.

Dalam salah satu postingnya, mereka bahkan menghina Nabi Muhammad Shalallahu ‘Alaihi wa Sallam dengan menampilkan gambar seekor anjing yang dipakaikan baju dan sorban putih. Dengan penuh kedengkian, mereka mengatakan,

“Harusnya nabi orang islam itu tuh ini.. soalnya islam itu senangnya berkoar-koar.. penuh kekrasan.. gak ada toleransi buat sesama manusia… islam memang agama ***.” Innalillahi wa inna ilaihi raji’un.

Belakangan ini, sejumlah pengguna facebook yang semakin geram. Pada Jum’at (17/10/2014) pagi ini, tersebar sebuah foto orang yang disebut-sebut sebagai admin Komunitas Anti Islam tersebut.

Seorang pengguna facebook yang menyatakan telah melacak akun facebook si admin menyatakan bahwa dia berusaha membantu mengenali sosok pengadu domba di balik halaman tersebut.

FB: https://www.facebook.com/aries.plung (akun sudah tidak aktif, kemungkinan dihapus pemiliknya)

Tak lama setelah tersebarnya foto ini, akun facebook yang disebut-sebut dimiliki oleh Aries yang tinggal di Boyolali itu pun segera “raib”.

Namun demikian, foto ini tetap menyebar dan mengundang sejumlah komentar. Tak sedikit pengguna facebook yang sudah terlalu geram dengan FP tersebut menyeru untuk segera mengadilinya atau melaporkannya kepada pihak yang berwenang.

Majelis Ulama Indonesia mengatakan bahwa permasalahan ini sangat berbahaya dan harus di usut tuntas. "Ini adalah permasalahan yang sangat berbahaya sekali dan dapat memancing permusuhan. Maka dari itu, harus diusut tuntas,"ujar Wakil Ketua Majelis Ulama Indonesia, Ma'ruf Amin.

Ia berkata, suatu kelompok maupun komunitas yang melakukan penghinaan terhadap agama, mereka telah melakukan pelanggaran undang-undang  di Indonesia. "Tentunya, hal ini akan menimbulkan konflik antara masyarakat dan sangat berbahaya untuk masyarakat, tak hanya muslim melainkan agama lainya pula," lanjutnya.

Ia menegaskan, umat Islam jangan sampai terpancing oleh ulah seperti itu, karena besar kemungkinan para pelaku menginginkan perpecahan dan permusuhan.

Oleh karena itu, serahkan penyelesaian masalah ini kepada pihak yang berwenang. Dimana, hal ini harus diusut tuntas sehingga, diketahui siapa pelakunya dan apa tujuannya. "Saya kira, siapa pun pelakunya pasti dia orang yang membenci Islam sebagai agama terbesar dan mayoritas di Indonesia. Oleh karena itu, harus diselidiki mengapa mereka membencinya," tambahnya.

Ia menambahkan, pelakunya pun pasti berniat menimbulkan kemarahan dan keresahan umat Islam. Bahkan, agama lainya bisa menjadi sasaran dan dapat menimbulkan saling adu domba. Oleh karena itu, umat Islam harus tenang dan pemerintah harus bersikap tegas.

"Saya harap pemerintah segera mengusut tuntas masalah ini agar tidak semakin menyebarkan keresahan umat Islam. Dan, kita sebagai umat Islam jangan sampai main hakim sendiri, karena dapat menimbulkan perpecahan umat." tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah, Saleh P Daulay mengatakan, semua hal yang mengarah pada penghinaan terhadap suatu agama tertentu harus ditindak secara tegas. "Pasalnya, negara kita adalah negara berketuhanan yang secara eksplisit termaktub dalam sila pertama Pancasila," ujar Saleh, Jumat (17/10).

Oleh karena itu, kata dia, negara berkewajiban melindungi kepercayaan setiap umat beragama. Termasuk dalam konteks ini adalah agama Islam yang notabene merupakan agama mayoritas warga negara Indonesia (WNI).

Semestinya, ujar Saleh lagi, aparatur negara bisa segera mengambil tindakan tegas terhadap akun-akun media sosial yang menghina Islam. Selain berusaha menangkap para pelakunya, pemerintah juga diharapkan dapat melakukan komunikasi dengan pihak pengelola media sosial supaya akun-akun penebar kebencian tersebut ditutup. Dengan beberapa kewenangan yang dimilikinya, pemerintah diyakini dapat melakukan hal tersebut.

"Kalau pemerintah meminta agar akun tersebut ditutup, lalu pihak FB (Facebook) tidak mau melakukannya,  pemerintah kan bisa menutup akses FB di Indonesia. Ada banyak negara yang pernah menolak kehadiran FB. Kalau di luar negeri saja bisa, tentu di Indonesia pun saya kira bisa," tuturnya.

Menurut Saleh, proses hukum terhadap para pelaku penodaan agama semacam itu sangatlah penting. Jika terbukti bersalah, harus ada hukuman maksimal yang dijatuhkan. "Dengan begitu, para pelaku diharapkan jera dan tidak mengulanginya lagi di masa yang akan datang," imbuhnya.

Advertiser