Kamis, 09 Oktober 2014

Hacker Termuda, Retas Sistem Online Sekolah Untuk Curi Kunci Jawaban PR

Cahgalek.com - Wang Zhengyang, remaja asal China ini mungkin adalah hacker termuda didunia. Bagaimana tidak? Remaja berusia 13 tahun telah meretas beberapa website.

Salah satu yang diretas adalah milik sekolahannya. Anak baru gede (ABG) asal China ini meretas sistem online di sekolahnya untuk "mencuri" jawaban pekerjaan rumah (PR) yang diberikan oleh gurunya.

Tak hanya sampai di situ, seperti dilansir laman Dailymail, Rabu (8/10), remaja imut ini juga meretas sebuah laman online store. Di laman online store ini Zhengyang menurunkan harga konsol Xbox terbaru agar harga menjadi lebih terjangkau.

Dengan sederet aksinya itu, tak heran jika belakangan Zhengyang dijuluki "hacker ajaib asal China", bahkan mungkin menjadikannya sebagai hacker termuda di dunia.

Murid setingkat SMP itu kini menjalin kerja sama dengan Tsinghua University di Beijing, dan telah mengembangkan public profile di China. Namun, media massa setempat menuding Zhengyang memanfaatkan keahliannya untuk melakukan aksi kejahatan.

Pada ajang Konferensi Keamanan Internet China 2014 di Beijing, Zhengyang langsung membantah tuduhan tersebut. Zhangyang mengatakan kendati aksi peretasan di dunia maya lebih dikonotasikan sebagai kejahatan, namun ia menegaskan akan memanfaatkan keahliannya itu untuk hal-hal yang baik. "Pertama, kita harus menyerang website dulu untuk mengetahui kelemahannya," ujar Zhengyang,

"Sangat menggairahkan untuk mengorek-korek risiko keamanan sebuah situs dan saya sangat senang ketika menemukan satu kelemahan. Namun, saya tidak akan menggunakan bakat saya untuk sesuatu yang melanggar hukum." tambahnya.

Terkait situs yang pernah diretas, Zhengyang menjelaskan bahwa situs sekolah yang dia retas bukan untuk kepentingan kelasnya, namun untuk siswa SMA di sekolah yang sama. Dan terkait perubahan harga pada salah satu item di online store dari 2.500 yuan menjadi satu yuan, dia memberi tahu online store tersebut mengenai pelanggaran keamanan dan tidak melakukan pembelian apapun.

Sebelumnya, April lalu, Zhengyang memperingatkan sebuah perusahaan software yang cukup popular di China, Qihoo 360, terkait potensi dari sistem yang cacat dan bisa mempengaruhi lebih dari seratus institusi pendidikan di negara tersebut.

"Saya pikir mereka yang melakukan peretasan setiap hari untuk mencari keuntungan merupakan orang-orang yang tidak bermoral," papar Zhengyang di ajang konferensi tersebut.

Advertiser