Kamis, 16 Oktober 2014

Iklan Payudara Akibatkan Ratusan Pengendara Terlibat Kecelakaan

Cahgalek.com - Sebuah biro iklan di Moskow, Rusia membuat iklan vulgar yang dipasang di truk. Iklan itu menunjukkan sepasang payudara wanita dengan ukuran layar yang lumayan besar. Akibatnya dalam sehari terjadi ratusan kecelakaan.

Dilansir VivaNews dari DailyMail, Rabu 15 Oktober 2014, Dalam iklan itu terlihat sepasang payudara dan tangan wanita yang memegangnya dan di bagian depan dada ditutupi dengan slogan “mereka menarik”.

Total terdapat 30 truk yang berkeliling kota Moskow dengan iklan tersebut. Iklan tersebut benar-benar menarik perhatian para pengendara mobil dan motor pria sehingga, mereka tidak konsentrasi menyetir dan terjadi kecelakaan. Total terdapat 517 kecelakaan yang terjadi akibat iklan tersebut.

Salah satu yang menjadi korban adalah pengendara motor, Ildar Yuriev. Dia mengaku tengah dalam perjalanan untuk rapat bisnis ketika melihat truk itu melintas. “Saat itu saya melihat truk dengan foto besar menampilkan payudara di bagian belakangnya. Tiba-tiba saya ditabrak oleh mobil di belakang saya yang konsentrasinya teralihkan karena truk itu. Akhirnya saya jadi terlambat menghadiri rapat tersebut,” kata Yuriev.

Alhasil para pengendara yang kesal dilaporkan membombardir biro yang membuat iklan tersebut. Mereka menuntut pemilik biro iklan untuk ikut memberi ganti rugi.

Sementara, juru bicara Biro Iklan, Sarafan Advertising, yang membuat iklan itu, menyebut semula niat mereka hanya ingin menunjukkan metode baru untuk memasang iklan. “Kami ingin memperoleh perhatian terkait format kampanye iklan ini,” ujar dia.

Mereka menambahkan akibat kecelakaan itu, para pemilik kendaraan akan menerima dana kompensasi dari biro iklan. “Para pemilik kendaraan akan menerima biaya kompensasi dari kami yang tidak ditanggung pihak asuransi,” kata jubir tadi.

Belum cukup, polisi juga mengirim petugas patroli dan menyita 30 truk tersebut. Mereka mengatakan tidak akan mengembalikan truk itu, jika iklan seronok tidak ditarik.

Advertiser