Rabu, 08 Oktober 2014

Ilmuan Berhasil Membuat dan Menumbuhkan Penis

Cahgalek.com - Setelah berhasil membuat dan mengembangkan vagina pada awal tahun ini, Para ilmuwan di Institut Wake Forest divisi pengobatan regenerasi di Negara Bagian Carolina Utara, Amerika Serikat kali ini mereka juga telah berhasil membuat dan menumbuhkan penis.

Tapi, rencananya penis buatan ini bakal diuji ke manusia lima tahun mendatang. Penis buatan ini bakal membantu mereka menderita penyakit serius menyerang alat vitalnya seperti kanker atau cacat bawaan.

Kelamin rekayasa ini sekarang tengah diuji daya tahan dan fungsinya. Diharapkan organ itu bisa lolos uji Administrasi Obat dan Makanan Amerika, seperti dilansir merdeka.com, Selasa (7/10).

"Untuk menghindari tubuh menolak organ tumbuh ini digunakan sel-sel dari tubuh pasien sendiri. Biasanya sel-sel ini bakal menyatu selama enam pekan," kata direktur lembaga tersebut yakni Profesor Anthony Atala.

"Kami telah mengawasi rekayasa penis pada kelinci enam tahun lalu dan berhasil," tambahnya.

Konsultan ahli beda urologi di sebuah rumah sakit Ibu Kota London, Inggris, Asif Muneer mengatakan jika penis rekayasa ini berhasil bakal menjadi lompatan besar dalam dunia medis, terutama mereka yang menderita sejumlah penyakit. Saat ini pilihan merekonstruksi alat vital itu hanya menggunakan kulit lengan atau paha disambung menggunakan pompa kecil supaya penderita bisa ereksi.

"Keraguan saya yakni bagaimana menciptakan ereksi alami," kata Muneer.

Jika tidak bisa ereksi ada kemungkinan penis tidak ditanam dengan baik hingga darah tak bisa mengalir benar.

Sementara, untuk vagina buatan sendiri, sudah berhasil ditanamkan pada empat pasien remaja. Vagina buatan ini diberikan pada mereka yang lahir dengan sindrom bernama medis Mayer Rokitansky Kuster Hauser (MRKH).

Pasien yang lahir dengan sindrom MRKH mengalamai kondisi genetika langka, dimana pasien tidak memiliki vagina dan uterus. Vagina buatan itu juga bisa diterapkan pada mereka yang menderita kanker vagina atau cedera pada kelaminnya.

Advertiser