Sabtu, 18 Oktober 2014

Menguak Transaksi Seks Cabe-cabean & Tante Girang di Taman Bungkul Surabaya

Cahgalek.com - Meskipun beberapa bulan terakhir Dolly tempat prostitusi terbesar se-Asia Tenggara telah ditutup oleh pemerintah kota Surabaya. Namun dunia prostitusi di Surabaya terhenti dengan ditutupnya Dolly, malah semakin marak dan menyebar di tiap sudut kota.

Salah satunya Taman Bungkul, kawasan yang menjadi pusat pedagang kaki lima ini terlihat amat sejuk dan asri untuk bersantai di siang hari. Akan tetapi jika sudah malam, taman ini berubah menjadi tempat transaksi sembunyi-sembunyi pria hidung belang dan wanita pekerja seks komersial.

Ketika hari sudah menunjukkan Pukul 22.00 WIB, mulai banyak para wanita-wanita berpakaian seksi dan ketat dengan wajah penuh bedak make up menghiasi Taman Bungkul.

Beragam jenis wanita ada di sana, mulai dari ABG sampai setengah tua terlihat sedang asyik berkelompok sambil memamerkan kemolekan tubuh mereka.

Seorang warga asli Surabaya, Opik berprofesi sebagai supir ini, mengakui jika Taman Bungkul salah satu tempat berkumpulnya para PSK. Biasanya, kawasan ini dihuni oleh para PSK berusia ABG atau biasa dikenal dengan cabe-cabean. "Di sini banyak cewe-cewe ABG, dibilangnya cabe-cabean. Ajak aja minum (miras), kalau dia suka, malah kadang enggak perlu bayar," ujar Opik, seperti dikutip dari merdeka.com, Sabtu (18/10).

Menurut keterangan Opik, bukan hanya cabe-cabean yang menghiasi seputar taman Bungkul ini. Taman yang luasnya kira-kira seperempat lapangan bola ini juga banyak ditongkrongi oleh kaum gay dan tante girang.

Meskipun tidak secara kasat mata, namun sebagai orang yang paham dunia malam, pasti bisa membedakan mana saja yang disebut cabe-cabean, gay dan tante girang.

Opik menerangkan, tiga kelompok 'penyakit' masyarakat ini punya kode-kode tersendiri untuk mengenal para targetnya. "Duduk saja di bangku-bangku taman. Nanti juga ada yang dekati," imbuhnya.

Opik menyatakan, transaksi di Taman Bungkul ini memang sembunyi-sembunyi. Sebab, Satpol PPP Pemkot Surabaya terus melototi areal Taman Bangkul. Jika tak pintar-pintar berbaur, maka para PSK usia muda itu bisa saja diamankan petugas. "Sekarang kan ada cctv-nya di beberapa tempat. Jadi memang harus sembunyi-sembunyi kalau transaksi. Kalau ketahuan, maka masuk karantina," tutur Opik.

Dia menambahkan, khusus untuk pemburu tante girang, punya cara tersendiri. Dia mencontohkan, salah satunya dengan kode rokok yang ditaruh di luar bungkusnya tanpa dibakar dan dihisap. "Taruh saja dua batang rokok di atas bungkusnya, nongkrong di bangku-bangku taman, nanti tantenya tahu nih. Kalau dia suka didekati, kalau tidak ya tidak," jelas dia.

Jika para hidung belang sudah menemukan cabe-cabeannya atau tante girang, maka selanjutnya dilakukan di hotel-hotel yang berjejer di sekitar pusat kota Surabaya. [Baca juga: Menguak Panti Pijat Plus-plus di Surabaya]

Satpol PP yang berjaga tentu tak bisa sembarangan menangkap para kupu-kupu malam di sekitar taman, karena mereka berbaur dengan pengunjung taman lainnya.

Advertiser