Minggu, 12 Oktober 2014

Video Siswa SD Disiksa Lima Temannya Beredar di Youtube

Cahgalek.com - Sebuah video kekerasan yang dilakukan beberapa anak sekolah dasar (SD) muncul dan membuat heboh dunia maya. Dalam video unggah di youtube itu terlihat seorang siswi SD disiksa oleh beberapa temannya sekelasnya.

Video berdurasi 1,52 menit itu diunggah Khaiz Badaru Tammam. Video itu diunggah kemarin dan sudah dilihat oleh 1.400 lebih orang di Youtube.

Dalam video terlihat seorang siswi SD dianiaya oleh lima temannya di sudut ruang kelas. Entah apa sebabnya, empat siswa dan seorang siswi terlihat memukuli dan menendangi korban yang hanya bisa menangis di pojok ruang kelas.

Aksi memprihatinkan itu juga hanya menjadi tontonan teman-temannya yang lain. Bahkan para siswi laki-laki menendang dengan sekeras-kerasnya dengan cara berlari dan kemudian menendang ke arah siswi itu.

Sang siswi hanya bisa menangis sambil sesekali menangkis pukulan dan tendangan dari teman-temannya.

Video kekerasan terhadap anak SD tersebut membuat orang yang melihatnya geram. Mereka pun mengutuk aksi kekerasan anak SD tersebut.

"tolong dong gan, yang tau informasinya. untuk di ungkap kasus kayak gini, jangan sampai terjadi lagi. biadab ini, psikopat, idiot.?" komentar agam maulana.

Dalam video tersebut juga terdengar suara korban berbahasa Minang yang meminta teman-temannya untuk menghentikan aksi kekerasan itu. Namun, permintaan itu tidak diindahkan oleh temannya. Ternyata video kekerasan terhadap anak SD terjadi di Bukit Tinggi, Sumatera Barat.

Beredarnya video kekerasan anak SD ini Pemerintah Kota Bukit Tinggi, Sumatera Barat akan memanggil Yayasan Perwari terkait dengan kasus kekerasan terhadap salah seorang murid SD dalam rekaman video yang ditayangkan di Youtube. "Sangat sedih dan menyesalkan terjadinya aksi kekerasan terhadap murid SD Trisula Perwari dalam ruang kelas yang diunggah di Youtube," kata Wali Kota Bukit Tinggi Ismet Amziz saat seperti dikutip dari Antara, Minggu (12/10).

Menurut dia, ada kelalaian dari pihak sekolah, yakni membolehkan murid SD bawa telepon seluler (ponsel) ke sekolah, kemudian ketidaktahuan guru-guru maupun kepala sekolah ada salah seorang murid menjadi korban kekerasan yang dilakukan temannya di ruang kelas. "Seharusnya kasus ini tidak boleh terjadi di Kota Bukit Tinggi," tegas Ismet Amzis.

Ia mengatakan bahwa kasus kekerasan yang terjadi terhadap murid SD Trisula Perwari Kota Bukit Tinggi tersebut merupakan tanggung jawab moral bagi semua pihak. "Kasus ini harus dicarikan solusinya sehingga tidak lagi terjadi kejadian serupa di Kota Bukit Tinggi, terutama terhadap pelajar," katanya.

Ia menegaskan Kota Bukit Tinggi sebagai kota sayang anak seharusnya memberikan perlindungan terhadap anak, bukannya membiarkan ada kekerasan terhadap anak. "Kita wajib memberikan perlindungan terhadap anak sehingga tidak terjadi aksi kekerasan di Kota Bukit Tinggi," katanya.

Sementara itu, di tempat terpisah, Ketua DPW PKB Sumbar Febby Dt. Bangso mendesak Pemerintah Kota Bukit Tinggi untuk mencarikan solusi terkait dengan adanya aksi kekerasan terhadap murid SD swasta dalam video di Youtube. "Secepatnya untuk mencari solusi aksi kekerasan terhadap murid sekolah dasar di Kota Bukit Tinggi," katanya.

Ia berharap aksi kekerasan di video dalam tayang Youtube tersebut hendaknya menjadi perhatian semua pihak, yakni Dinas Pendidikan dan para orang tua. "Sebuah keprihatinan bagi semua kalangan murid SD menjadi korban kekerasan tidak ada solusi dalam mencari sebuah masalah," katanya.

Aksi kekerasan terhadap murid SD Trisula Perwari sangat memalukan dunia pendidikan di Sumbar. "Sebagaimana diketahui Sumbar adalah gudangnya pendidikan mencetak para kaum intelektual, tidak sepantasnya aksi kekerasan terjadi," tegas Febby Dt Bangso.

Untuk melihat video kekerasan SD Trisula Perwari Kota Bukit Tinggi silahkan kunjungi https://www.youtube.com/watch?v=32fLs4KVJmg

Advertiser