Senin, 19 Januari 2015

Kehidupan Malam di Tengah Proses Evakuasi AirAsia, Tarif PSK Naik 100 Persen

Cahgalek.com - Pesawat AirAsia QZ8501 jatuh di Selat Karimata pada Minggu, 28 Desember 2014 lalu. Banyak orang yang datang pada proses evakuasi korban membuat kehidupan malam Kota Pangkalan Bun, Kotawaringin Barat, Kalimantan Tengah (Kalteng) menjadi bergairah dan meningkat.

Ya, bisnis hiburan malam menggeliat. Prostitusi di hotel melati bahkan di tempat yang temaram muncul secara mendadak.

Seorang Pekerja Seks Komersil (PSK), sebut saja Melati (19), mengaku meningkatnya ‘jam kerja’ tidak lepas dari banyaknya pihak luar yang datang.

Melati yang mengaku baru menggeluti dunia yang memuaskan pria hidung belang selama empat bulan inipun memasang tarif dengan harga yang tak biasa.

Perempuan yang memiliki rambut panjang itu mengatakan, Jika sebelumnya hanya kisaran Rp 400 ribu sekali kencan, kali ini naik menjadi 100 persen. Namun, itu berlaku bagi pelanggan lokal dengan harga Rp 700 sampai Rp 800 ribu. Untuk bule, lain lagi tarifnya. “Biasanya paling banter Rp 400 ribu,” kata Melati, seperti dikutip dari jpnn.com

Caranya kerja sama dengan pihak hotel. Jika ada pelanggan tinggal telepon saja. “Kadang saya tawarkan jasa langsung ke pelanggan, juga kasih nomor ke pegawai hotel. Pokoknya khusus layani tamu di hotel ini,” katanya.

Untuk bule yang butuh teman tidur, Melati (19) memasang lebih tinggi dan uang yang dibayarkan harus dolar. “Kalau perhitungannya itu tidak tentu, hanya lebih banyak dibanding hari biasa. Kalau yang pesan bule saya minta 100 dolar (sekitar Rp1,2 juta),” ucap dara manis ini saat berada di sebuah hotel di Pangkalan Bun.

Ia mengaku sejak AirAsia QZ8501 jatuh pada 28 Desember 2014 lalu, dirinya tak segan mengeluarkan uang sewa kamar di salah satu hotel berbintang. “Jadi enak kalau ada yang mau menggunakan jasa saya, tinggal datangi kamarnya,” jelas wanita yang masih ABG itu.

Soal tarif untuk semalam, ia mematok harga Rp 3 juta. “Kalau mau semalam, bayar Rp 3 juta. Tapi boleh kurang kok,”

Tidak hanya PSK, kawanan waria alias bencong pun ikut kebanjiran job. Salah seorang bencong tersebut adalah Dahlia, yang mengungkapkan, semenjak sejumlah orang yang ikut melakukan evakuasi datang di Pangkalan Bun, job yang diterimanya juga naik drastis.

“Dalam satu malam bisa sampai lima orang yang minta dilayani,” ungkap Dahlia yang beberapa hari terakhir nampak keluar masuk hotel dibilangan jalan Antasari, Pangkalan Bun itu.

Seperti tak mau kalah dengan sejumlah PSK, beberapa hari terakhir sejumlah waria Kota Manis nampak lalu lalang di lobi hotel.

Sukma (juga bukan nama sebenarnya), mengaku sudah hampir seminggu ini nongkrong di sekitar hotel, tak tanggung-tanggung, ia bersama dua teman seprofesi mangkal di hotel berbintang. “Cari mangsa om,” ujarnya sembari menawarkan jasanya.

“Ayo siapa yang mau ngamar?,” rayunya disebuah warung depan hotel berbintang, tepatnya di kawasan Jalan Domba.

Salah satu warga berinisial AD (27) yang datang ke Kota Pangkalan Bun, mengaku menggunakan jasa waria karena kesulitan mencari PSK, selain itu juga kerena mahalnya tarif PSK di Kota itu. “Sudah tiga hari saya cari PSK, Tanya dengan karyawan hotel katanya kosong. Ada tapi tarifnya selangit,” sebutnya.

Lanjutnya, karena tidak memperoleh PSK ia menggunakan jasa para waria hanya untuk dipijat atau ditemani ngobrol dan minum di kamar hotel. “Untuk pijat, dan teman minum saja. Kalau cocok juga untuk teman tidur,” ucapnya.

Advertiser