Rabu, 25 Februari 2015

Menguak Tempat dan Tarif Prostitusi di Manado

Cahgalek.com - Praktek prostitusi terselubung hampir selalu ada di setiap daerah, tak terkecuali di kota Manado yang mengedepankan pariwisata sebagai industri unggulan. Mulai dari salon plus-plus, tempat pijat plus-plus, dan lokalisasi dadakan tumbuh subur di kota Manado.

Seperti dikutip dari manadosatunews.com, Selasa (25/2/2015). Di Manado ada empat tempat yang dijadikan lokalisasi dadakan atau tempat mangkal para Wanita Tuna Susila (WTS) untuk menjajakan dirinya.

Tempat lokalisasi dadakan pertama berada di Taman Kesatuan Bangsa kota Manado. Tarifnya mulai dari 250 ribu sudah dengan biaya tempat, disini aktifitas jual beli syahwat dimulai pukul 10 malam. Di lokasi ini juga berdekatan dengan spot para Transgender yang berprofesi sebagai PSK. Tarif Transgender lebih murah yakni 100 ribu rupiah.

Tempat lokalisasi dadakan kedua berada di depan kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan kota Manado. Disini para WTS membuka harga yang sama dengan di TKB yakni 250 ribu plus kamar dan kondom. Lokalisasi dadakan ini buka  mulai pukul 21.00 Wita.

Ketiga lokalisasi dadakan berada di jalan Boulevard tepatnya di depan Telkom Boulevard. Disini harga dibuka 300 ribu rupiah dan boleh ditawar. Rata-rata WTS disini masih muda dan biasanya memakai jasa mucikari yang berdiri dipinggir jalan sambil menawarkan WTS yang mereka "jual".

Berbeda dari tiga lokalisasi dadakan diatas yang buka pada malam hari, lokalisasi terakhir adalah lokalisasi legendaris di jalan Samrat, tempat ini justru buka pada pagi jam 09.00 - 18.00. Lokalisasi yang terletak disamping kantor salah satu asuransi nasional itu lebih murah dari yang lain yakni hanya 150 ribu rupiah plus kamar dan kondom. Baca juga menguak praktek prostitusi siswi SMA dan Mahasiswi di Manado.

Advertiser