Rabu, 11 Maret 2015

Inilah Alasan Kenapa Sandera ISIS Tetap Tenang Saat Dipenggal

Cahgalek.com - Video pemenggalan sandera ISIS yang beredar di youtube, sandera cenderung terlihat tenang sebelum dieksekusi mati. Alasan kenapa para sandera ISIS terlihat tenang saat dipenggal akhirnya diungkap seorang anggota ISIS yang membelot bernama Saleh.

Kepada media Inggris Sky News dan dilansir detik.com, Rabu (11/3/2015), Saleh yang sempat menjadi penerjemah bagi ISIS menyebut setiap sandera ISIS telah menjalani latihan eksekusi berulang kali.

Menurut Saleh, para sandera ISIS, terutama warga negara asing sengaja dibuat terbuai dengan rasa keamanan yang palsu. Karenanya, ketika eksekusi mati mereka benar-benar dilakukan, para sandera ISIS tetap mengira itu hanyalah latihan.

Saleh mengungkapkan percakapannya dengan algojo ISIS 'Jihadi John' yang banyak muncul dalam video pemenggalan sandera asing.

Saleh menyebutkan, Jihadi John memiliki nama asli Mohammed Emwazi, berasal dari Inggris dan berusia 26 tahun. Jihadi John biasanya memberikan instruksi kepada para sandera, yang intinya menenangkan mereka dan meyakinkan para sandera bahwa mereka tidak akan benar-benar dibunuh. "Tidak apa-apa, ini hanya di video, kami tidak akan membunuh Anda, kami hanya ingin agar negara Anda berhenti menyerang Suriah," ucap Saleh menirukan instruksi Jihadi John kepada para sandera.

"Kami tidak memiliki masalah apapun dengan Anda, Anda tamu kami," imbuhnya.

Latihan eksekusi, menurut Saleh, dilakukan cukup rutin sehingga para sandera akhirnya terbiasa. Latihan-latihan eksekusi itu membuat para sandera berpikir mereka tidak akan benar-benar dibunuh. Tidak hanya itu, Saleh juga mengungkapkan bahwa para sandera diberi nama Arab untuk membuat mereka merasa akrab dengan anggota-anggota ISIS.

Contohnya, lanjut Saleh, wartawan asal Jepang Kenji Goto diberi nama Arab 'Abu Saad' dan Goto merasa lebih rileks dengan panggilan barunya itu. "Mungkin mereka tidak bisa menyebut nama Kenji Goto, jadi mereka memanggilnya Abu Saad. Tapi saya memperhatikan Goto, ketika mereka memanggilnya Abu Saad, dia langsung merasa rileks," tuturnya.

"Sepanjang waktu, dia (Jihadi John-red) mengatakan kepadanya 'ini hanya latihan, jangan takut'," imbuh Saleh.

Pernyataan dari Saleh ini menjawab spekulasi yang muncul soal mengapa para sandera ISIS, seperti wartawan AS James Foley dan Steven Sotloff, kemudian relawan kemanusiaan Inggris David Haines, Peter Kassig dan Alan Henning, serta rekan satu negara Goto, Haruna Yukawa, semuanya tampak tenang ketika memberikan pernyataan kepada pemerintah mereka dalam video propaganda ISIS.

Saleh juga menyebut bahwa Emwazi atau Jihadi John menjadi salah satu tokoh yang dihormati oleh anggota ISIS lainnya, karena kesediaannya membunuh warga asing. "John adalah bos besar ... dia hanya memberi perintah -- yang lain akan menjalankannya," tandas Saleh.

Advertiser