Minggu, 19 April 2015

Menguak Prostitusi Online Bali Bertarif 2 Juta

Cahgalek.com - Kemajuan teknologi informasi (seperti internet) dan piranti-piranti pendukungnya seperti smartphone turut andil dalam maraknya prostitusi online. Bahkan, saat ini prostitusi online mungkin lebih digemari oleh konsumennya.

Keberadaan prostitusi online atau Pekerja Seks Komersial (PSK) online di Bali memang sudah bukan hal asing lagi. Bahkan, layanan seks PSK Online Bali di gemari kalangan mahasiswa dan politisi.

Seorang PSK Online Bali berinisial Wd mengatakan, bahwa prostitusi online terkesan eksklusif dan tak banyak hiruk-pikuk. Bahkan, penikmatnya pun tergolong eksklusif, mulai dari kalangan mahasiswa hingga politisi.

Daripada berpraktik di lokalisasi prostitusi, Wd mengaku lebih sreg dirinya ditawarkan lewat internet. Ia merasa lebih ada privasi dan eksklusifitas serta aman. "Rasanya berbeda, karena kita tidak merasa disorot. Kita seperti bekerja secara mandiri," kata Wd, seperti dikutip dari tribunnews.com, Sabtu (17/4).

Perempuan berambut ikal ini terjun ke PSK online di Bali karena ajakan teman sedesanya di Jawa Barat. Ia sudah terjun ke dunia prostitusi online sejak empat bulan lalu.

Setelah tiba di Bali empat bulan lalu, perupuan berperawakan langsing ini dikenalkan temannya itu ke seorang wanita yang kemudian dipanggilnya Mami. "Karena nyari uangnya gampang, duitnya lumayan, jadi dilakoni saja," jelas Wd.

Menurut Wd, ia bisa melayani 4-5 konsumen dalam sehari, mulai siang hingga malam hari. "Konsumen saya ada yang mengaku mahasiswa dan pegawai. Bahkan, saat ada acara besar partai politik di Bali kapan hari, saya dan teman-teman banjir order," jelas Wd yang mengaku putus kuliah dari sebuah perguruan tinggi di Bandung.

Wd mengatakan urusan booking, transaksi dan tempat bertemu sudah diatur oleh sang Mami. Mami menggunakan teknologi internet terutama media sosial (medsos) seperti twitter, facebook dan instagram untuk menjalankan bisnis esek-eseknya.

Yang mengelola akun di facebook atau twitter, kata Wd, adalah Mami dan orang-orangnya. Sebagai penggoda, pada foto profil di akun medsos itu dipajang foto-foto perempuan seksi.

Namun, menurut Wd, untuk akun facebook dibuat grup tertutup sehingga permintaan bisa diseleksi. Foto-foto yang terpampang di profil itu tidak otomatis foto-foto para cewek yang diageni Mami.

Wd dan teman-temannya hanya menjalankan apa yang dimintakan oleh Mami. “Urusan tempat untuk eksekusi juga ditangani Mami", katanya.

Kebanyakan kita melakukannya di hotel. Tapi, pada pelanggan tetap yang sudah tahu nomor HP saya, saya biasanya melakukannya di tempat kos. "Itu di luar pengetahuan Mami," selorohnya.

Wd menyebutkan, tarifnya sekali melayani untuk short time sebesar Rp 500 ribu. Sedangkan untuk full-day booking atau pelayanan seharian, ia memasang tarif sampai Rp 2 juta. Itu di luar biaya hotel dan transportasi."Teman-teman saya rata-rata berusia 20 sampai 25 tahun,” kata Wd.

Advertiser