Minggu, 30 Agustus 2015

Keji! Pengadilan Menghukum Dua Wanita Untuk Diperkosa Rame-rame

Cahglek.com - Dua perempuan dihukum sangat keji oleh pengadilan adat Desa Baghpat, Negara Bagian Uttar Pradesh, India. Meenakshi Kumari (23) dan adik perempuannya yang masih 15 tahun menerima hukuman dari pengadilan "diperkosa rame-rame oleh warga."

Bukan sekadar diperkosa, Kumari dan saudarinya itu diwajibkan keliling kampung dalam keadaan bugil, lalu wajah mereka dicoret-coret arang hitam sebagai simbol aib warga.

Hukuman keji yang harus diterima oleh dua wanita itu karena kakak mereka bersenggama dengan perempuan beda kasta.

Sementara ini dua perempuan itu kabur ke Ibu Kota New Delhi untuk menghindari hukuman itu. Mereka juga mendatangi Mahkamah Agung India, menuntut hukuman adat tersebut dibatalkan. Kumari melapor, polisi setempat justru mendukung hukuman pemerkosaan ini, sehingga dia tidak mempunyai tempat berlindung.

Seperti dikutip dari merdeka.com, Minggu (30/8), Kumari dan adiknya adalah anggota keluarga dari etnis Dalit, kasta terendah di Negeri Sungai Gangga. Kakak kandung mereka dianggap bersalah karena selingkuh dengan perempuan bersuami dari kasta yang lebih tinggi. Untuk menutupi malu keluarga lelaki yang diselingkuhi, Kumari harus jadi tumbal dengan merelakan diri diperkosa beramai-ramai.

Lembaga swadaya Amnesty International kini menjadi pendamping Kumari dan adiknya.

Petisi agar pemerintah India mencabut ketetapan adat itu telah ditandatangani lebih dari 16 ribu orang. "Hukuman semacam ini jelas-jelas tidak adil dan harus dihapuskan," tulis juru bicara Amnesty International cabang India.

Pengadilan adat, atau disebut Khap Panchayats, biasanya terdiri atas tetua laki-laki di desa itu. Meskipun secara hukum tidak diakui pengadilan resmi, namun banyak desa di pedalaman India masih menyelesaikan sengketa warga melalui mekanisme tersebut.

Advertiser