Rabu, 16 September 2015

Ketua NU Sebut Makin Panjang Jenggot, Orang Semakin Goblok?

Rekaman audio yang diduga Ketua Umum PBNU, Said Agil Siraj mencela jenggot tersebar di youtube. Dalam rekaman itu, Said Agil Siraj secara sadis menyebut jenggot itu mengurangi kecerdasan karena syaraf yan harusnya diotak ketarik ke jenggot.

“Orang berjenggot itu mengurangi kecerdasan, jadi syaraf yang sebenarnya untuk mendukung kecerdasan otak, ketarik oleh, untuk memanjangkan jenggot,” ujarnya.

Tapi kalau berjenggot, emosinya saja yang meledak-ledak, geger otaknya. Karena syaraf untuk mensupport otak supaya cerdas, ketarik oleh jenggot itu. Semakin panjang, semakin goblok!

Ia pun membeberkan contoh tokoh-tokoh liberal yang dianggap cerdas karena tidak berjenggot "Coba lihat, Gus Dur tidak berjenggot, Nurcholis Majid tidak berjenggot, Pak Quraish Syihab tidak berjenggot, yang cerdas-cerdas ngga ada yang berjenggot itu," ungkapnya.

Parahnya lagi, Said Aqil melontarkan cacian, bahwa semakin panjang orang berjenggot, semakin goblok. "Tapi kalau berjenggot, emosinya saja yang meledak-ledak, geger otaknya. Karena syaraf untuk mensupport otak supaya cerdas, ketarik oleh jenggot itu. Semakin panjang, semakin goblok!" tandasnya.

Said Aqil tak menyadari, betapa banyak para tokoh Islam yang mengamalkan sunnah Rasulullah untuk berjenggot. Salah satunya, sebut saja, Hadratus Syaikh KH Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama (NU), ia pun mengamalkan jenggot.

Sementara itu, tokoh Nahdlatul Ulama (NU), Kiai Haji Sholahudin Wahid mengaku sudah mendengar ceramah yang konon diberikan Ketua Umum PB NU, Kiai Haji Said Aqil Siradj.

Sholahudin tidak berani memastikan apakah suara itu milik Said Aqil Siradj. "Saya sudah dengar itu di Youtube. Tetapi apakah suara tersebut adalah suara Pak Said, saya tidak bisa memastikannya. Di Youtube hanya terdengar suara rekaman saja dan tidak ada gambarnya. Itu harus dibuktikan dengan alat tertentu," kata pria yang akrab disapa Gus Sholah, Senin (14/9), seperti dikutip dari jpnn.com

Cucu pendiri NU ini memastikan bahwa pertemuan yang digelar di Pondok Pesantren, Tebu Ireng, Jombang, Jawa Timur tidak membahas masalah ceramah itu. "Kalau rapat itu membahas masalah dugaan penyimpangan ajaran NU. Ini panjang dan tidak mungkin saya ceritakan. Yang jelas bukan masalah video di Youtube," tegasnya.

Gus Sholah juga enggan mengomentari isi ceramah itu. Menurutnya apa yang diungkapkan adalah pandangan pribadi dari orang tersebut. "Itu kan pandangan pribadi, yah silakan saja. Masalah bisa diterima apa tidak pendapatnya, kan tergantung pandangan masing-masing," pungkasnya.

Inilah Video Ketua NU Sebut Makin Panjang Jenggot, Orang Semakin Goblok?

Advertiser