Rabu, 23 September 2015

Miris, Kakek di Trenggalek Hidup di Tengah Hutan Sendirian

Cahgalek.com - Miris, itulah kata yang tepat untuk menggambarkan nasib kakek renta ini. Sudah tinggal sendirian di tengah hutan tanpa aliran listrik dan pasokan air bersih. Bahkan yang lebih miris lagi, ia tinggal di sebuah gubuk yang terbuat dari ilalang.

Kisah pilu kakek ini diposting di sebuah grup facebook Info Seputar Trenggalek (IST). Kakek renta itu bernama Mbah Salikin (75). Ia tinggal di tengah tengah hutan perbatasan Desa Ngares dan Desa Srabah, Kecamatan Bendungan, Trenggalek, Jawa Timur.

Kakek renta bertubuh kurus, dekil dan beruban itu lahir di Pulung, Ponorogo, Jawa Timur. Sejak kecil ia sudah ditinggal mati kedua orang tuanya, sehingga terpaksa ikut orang lain untuk bertahan hidup dengan membantu "angon sapi (menggembala sapi)" milik seorang warga di Kalitelu Desa Dompyong, Kecamatan Bendungan, Kabupaten Trenggalek, Jawa Timur.

Karena sapinya habis dijual dan majikannya sudah meninggal, Mbah Salikin memutuskan untuk tinggal di hutan. Sebab sudah tidak punya tempat tinggal.

Di tengah hutan milik perhutani ini, kakek renta yang sampai sekarang belum pernah menikah ini, akhirnya mendirikan gubuk yang terbuat dari kayu ala kadarnya, dengan atap dari daun jati dan ilalang.

Gubuk yang tidak layak huni ini dibuat tidur dan memasak. Tidak ada penerangan ataupun perkakas dapur yang mencukupi, hanya ada sebuah kwali untuk menanak nasi dan merebus air minum.

Di dapurnya tidak terlihat minyak goreng, wajan atau bumbu masak. Hanya ada beras satu plastik kecil cukup untuk dimasak 3 hari. Yang bikin hati teriris, kesehariannya Mbah Salikin hanya makan nasi putih dengan garam.

Untuk berbelanja beras Mbah Salikin harus berjalan ke pasar Gempleng, itupun kalau ada orang yang berbelas kasihan memberikan uang. Untuk mandi atau mengambil air, mbah Salikin harus berjalan hampir satu kilo ke sungai.

Tak bisa dibayangkan bagaimana dinginnya ketika malam, dan bagaimana menderitanya ketika Mbah Salikin sakit karena tidak ada yang dimintai tolong, karena hidup sendiri tanpa ada siapapun.

Kisah pilu Mbah Salikin ini, membuat admin dan member grup facebook IST tergerak. Mereka bahu membahu mengumpulkan donasi untuk membantu Mbah Salikin. (sumber: facebook IST)

Video Mbah Salikin Trenggalek

Advertiser