Selasa, 19 Juli 2016

Baku Tembak di Poso, Santoso Tewas?

Cahgalek.com - Santoso diduga tewas dalam baku tembak antara Polisi dengan lima orang bersenjata yang diduga kelompok Santoso terjadi di hutan Tambarana, Poso Pesisir Utara. Dalam baku tembak yang terjadi pada pukul 18.30 Wita tadi menewaskan 2 orang yang salah satunya diduga Santoso.
Wakil Kapolda Sulawesi Tengah Kombes Leo Bona Lubis menuturkan, baku tembak itu terjadi saat 17 anggota kepolisian tengah melakukan operasi pengejaran kelompok Santoso. "Anggota tengah melakukan pengejaran, dan bertemu dengan kelompok yang berjumlah lima orang yang tidak dikenal. Sehingga terjadi kontak tembak. Dan kemudian ditemukan dua jenazah dan senjata M17," ujar Leo Lubis seperti dari Liputan6.com, Senin (18/7/2016).

Namun begitu, dia enggan mengungkapkan di bagian mana dua orang tersebut terkena timah panas dari petugas kepolisian. Yang pasti, saat ini dua jenazah tersebut masih dalam proses evakuasi. "Kita tidak fokus bagian mana yang tertembak. Kita masih melihat situasi untuk mengupayakan evakuasi korban dari lokasi," jelas Leo Lubis.

Terkait salah satu korban tewas yang diduga Santoso, ia mengungkapkan itu bisa terjadi. Hal ini mengingat beberapa ciri yang terdapat pada jenazah tersebut. "Dari ciri-ciri yang didapat patut diduga adalah Santoso," ucap dia.

Untuk proses identifikasi, kedua jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara Palu. "Jenazah masih di lokasi Hutan Tambarana Poso Utara. Masih berupaya dievakuasi. Prosedurnya, identifikasi akan dilakukan di RS Bhayangkara Palu," ungkap Leo.

Pun demikian Polda belum bisa memberikan kepastian atas tewasnya pimpinan MIT tersebut, namun berdasarkan informasi yang beredar bahwa jenazah salah satu anggota MIT itu memiliki ciri-ciri yang sama dengan Santoso.

Di mana jenazah tersebut memiliki jenggot dan tahi lalat di jidad yang hampir pasti adalah Santoso alias Abu Wardah yang selama ini menjadi sasaran utama Operasi Tinombala 2016 di Poso.

Sementara itu, Kapolri Jenderal Tito Karnavian di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (18/7/2016) malam mengatakan, memang ada tanda-tanda tahi lalat di dahinya yang menjadi ciri khas Santoso. Tapi sekali lagi saya belum bisa konfirmasi, karena teman-teman juga sedang melakukan evakuasi untuk identifikasi siapa yang bersangkutan.

Rencananya, jenazah akan dibawa ke RS Bhayangkara untuk diperiksa tes DNA. "Segera dibawa ke RS Bhayangkara di Palu, dibersihkan kemudian orang yang mengenali Santoso akan dibawa apakah betul dia. Kemudian setelah itu kami tes yang lain, DNA dan yang lain-lain," tegas Tito.

Advertiser