Jumat, 22 Juli 2016

Hati-hati, Ini Buktinya Banyak Akun Tokopedia yang di Bobol

Cahgalek.com - Berita pembobolan Tokopedia dan Bukalapak kemarin mengisi halaman media online seperti tribunnews dan kompos.com. Bahkan sang pembobol Herdian Nugraha menjelaskan cara membobol Tokopedia dan Bukalapak di blog pribadinya.

Dalam situs blog pribadinya, Herdian membeberkan metode pembobolannya. Ia mengakses server ketiga situs dengan memanfaatkan celah keamanan bernama ImageTragick.

Untuk membobol server, Herdian kemudian membuat file MVG (ImageMagick Vector Graphic) yang telah dimodifikasi yang kemudian disimpan dalam format JPG/PNG/GIF untuk diunggah di situs Tokopedia, Bukalapak, dan Sribu. Setelah file gambar yang dimodifikasi itu diunggah, Herdian pun mendapatkan hak penuh akses server di ketiga situs.

Mungkin ada beberapa shopper jadi ragu belanja di Tokopedia maupun Bukalapak dengan alasan takut di bobol. Sebenarnya Isu pembobol akun tokopedia berhembus sejak April 2016.

Bila dicari di mesin pencari google, banyak penguna tokopedia yang mengadu ke mbah google. Mereka curhat telah kehilangan saldo dan lain sebagainnya. Cahgalek.com juga menemukan komplen pengguna tokopedia di ulusan. Para pengguna tokopedia ini merada tidak belanja sesuatu, tapi kenapa ada pembelian dan itu sukses. Dibawah ini bukti SS banyak akun Tokopedia  yang di bobol. Bahkan ada yang menjadi koban tanggal 1 Juli 2016.

Nah itulah bukti SS korban di tokopedia. Bisa juga buka link https://m.tokopedia.com/klzshop/review (bila belum di hapus)

Entah para korban diatas itu memang benar-benar akun tokopedianay di bobol hacker atau memang mereka yang dalam menjaga kerahasiaan akunnya. Padahal tokopedia juga sudah menerapkan sistim OTP.

Admin sarankan bila punya akun di tokopedia, jaga kerahasiaan akun dan sinkronisasi email biar setiap transaksi ada pemberitahuan. Jadi bila ada transaksi yang mencurigakan bisa kamu bisa langsung menghubungi twitter tokopedia, facebook dan telepon.

Ini beberapa tips dari tokopedia saat belanja online.

1. Pilih situs belanja yang terpercaya

Hal utama yang harus kamu pertimbangkan sebelum melakukan transaksi secara online adalah memastikan apakah situs jual-beli online tersebut merupakan situs yang aman dan terpercaya.

Pilihlah website yang terpercaya dan sudah memiliki kredibilitas dalam dunia jual-beli online, seperti Tokopedia. Kamu bisa mencari informasi terkait situs tersebut ataupun bertanya kepada teman dan keluarga yang sudah pernah bertransaksi melalui situs tersebut.

Jangan lupa pula untuk membaca kebijakan-kebijakan dari situs jual-beli online tersebut, mulai dari garansi barang hingga kebijakan tentang pengembalian uang jika barang diterima dalam keadaan cacat.

Pastikan tidak ada kebijakan yang merugikan kamu sebagai pembeli, serta pastikan pula data-data pribadi kamu akan dilindungi dan tidak disebarluaskan ke pihak lain. Jika ada kebijakan yang merugikan, sebaiknya kamu mengurungkan niat untuk bertransaksi melalui website tersebut.

2. Jangan tergiur dengan harga murah

Tidak bisa dipungkiri, harga yang murah memang menjadi daya tarik tersendiri bagi kita untuk membeli suatu produk.
Tentunya wajar saja bila suatu toko online memberikan harga yang lebih murah dari toko online. Namun saat harga yang diberikan tidak masuk akal untuk produk yang dijual, sebaiknya kamu mengurungkan niat untuk membeli produk tersebut karena mungkin saja penjual tersebut ingin melakukan penipuan atau menjual produk palsu.

Untuk memastikan harga produk yang ingin kamu beli, kamu bisa mencari tahu kisaran harga produk tersebut di pasaran, sehingga kamu tidak akan mudah tertipu dengan toko yang menjual produk tersebut dengan harga miring.

3. Baca deskripsi produk

Sebelum memutuskan untuk membeli satu produk, pastikan kamu membaca informasi atau deskripsi terkait produk tersebut terlebih dahulu. Jangan sampai produk tersebut tidak sesuai dengan apa yang kamu inginkan.

Jika ada yang kurang jelas, kamu bisa menghubungi penjual bersangkutan untuk mengetahui lebih detail tentang produk yang ingin kamu beli. Seperti halnya di Tokopedia, kamu bisa menanyakan hal-hal yang berkaitan dengan produk kepada penjual bersangkutan melalui fitur Diskusi Produk atau menghubungi penjual secara langsung menggunakan fitur Kirim Pesan.

4. Rekening pribadi atau perusahaan?

Saat melakukan transaksi jual-beli online melalui web, hindari mentransfer dana ke nomor rekening pribadi. Pilihlah website yang memiliki rekening atas nama badan usaha seperti PT atau CV, yang keamanannya sudah pasti lebih terjamin.

Rekening ini biasanya disebut dengan rekening bersama, yang menjadi perantara antara penjual dan pembeli, serta bisa meminimalisir tindakan penipuan. Cara kerjanya, uang yang ditransfer oleh pembeli akan tertahan pada pihak perantara hingga barang sampai ke tangan pembeli. Saat barang sudah sampai ke pembeli dengan kondisi yang baik, barulah dana yang dibayarkan pembeli, diterima oleh pihak penjual. Salah satu tempat berbelanja online yang menyediakan fasilitas ini adalah Tokopedia. Jadi, belanja di Tokopedia sudah pasti aman karena dana yang kamu bayarkan baru akan dilanjutkan kepada penjual saat pesanan sudah kamu terima dalam kondisi yang baik.

5. Kredibilitas penjual

Saat berkunjung ke sebuah toko online, janganlah terburu-buru untuk melakukan transaksi di toko tersebut. Lihatlah kredibilitas penjual dari toko tersebut terlebih dahulu. Kamu bisa menilai kredibilitas penjual dengan melihat testimoni atau review yang diberikan oleh pembeli-pembeli lain yang sebelumnya sudah pernah membeli dari toko yang bersangkutan. Apabila review yang diberikan oleh pembeli positif, maka kamu bisa melanjutkan untuk bertransaksi di toko tersebut. Namun apabila reviewnya kurang baik, lebih baik kamu mencari toko online lain yang menjual produk yang kamu inginkan.

6. Periksa kembali pesanan

Sebelum melakukan pembayaran, pastikan kembali bahwa kamu sudah memesan produk yang sesuai dengan keinginan kamu. Selain itu, pastikan pula kamu sudah memasukkan alamat dan nomor telepon dengan benar. Hal ini untuk menghindari terjadinya kesalahan pada saat proses pengiriman barang.

7. Asuransikan

Jika kamu melakukan pemesanan secara online, biasanya pesanan tersebut tidak diantarkan oleh penjual secara langsung, melainkan dikirimkan melalui jasa pengiriman tertentu. Oleh karena itu, saat berbelanja dalam jumlah yang besar atau berbelanja produk yang tergolong sebagai produk mahal, sebaiknya mintalah penjual untuk menambahkan asuransi dalam pengiriman. Kebanyakan jasa pengiriman besar seperti JNE dan Tiki, biasanya menyediakan opsi asuransi pada setiap pengiriman. Lebih baik kamu membayar lebih untuk biaya asuransi tersebut, yang penting pesanan datang dalam kondisi yang baik.

8. Simpan bukti transaksi.

Untuk mengantisipasi terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan, sebaiknya kamu menyimpan bukti transaksi seperti resi transfer dan histori percakapan dengan penjual, hingga transaksi benar-benar selesai. Jadi apabila terjadi kesalahan pengiriman atau penjual menyatakan kamu belum melakukan pembayaran, kamu bisa menunjukkan bukti-bukti tersebut kepada penjual.

Advertiser