Selasa, 19 Juli 2016

Inilah Bukti Polisi Prancis Tidak Ahli Menembak

Cahgalek - Kemampuan menembak polisi Prancis diragukan. Dalam foto yang beredar serangan teror yang dilakukan Mohamed Lahouaiej Bouhlel seorang diri dengan menggunakan truk, nyaris tak satupun tembakan polisi yang mengenai. Telihat dari lubang-lubang bekas peluru yang diarahkan ke bagian depan truk

Seperti diketahui, Mohamed Lahouaiej Bouhlel melakuan serangan teror seorang diri dengan menggunakan truk berbobot 19 ton serta senapan otomatis. Serangan yang terjadi Kamis 14 Juli sekitar pukul 22.30 waktu setempat menewaskan 84 Orang.

Usai serangan, Aksi heroik kepolisian Nice mendapat pujian dari banyak pihak. Upaya mereka untuk menghentikan truk yang dikendalikan Bouhlel, mulai dari mengadang truk sampai memberondong tembakan meraih banyak pujian di dunia.

Bouhlel juga diketahui sempat melawan, dia menembaki polisi dan kerumunan massa. Setelah berjalan 2 km, truk berhenti. Polisi langsung memberondong tembakan dari berbagai sudut dengan pistol mereka dan berhasil melumpuhkan pelaku.

Tapi, hasil tembakan polisi Prancis membuat beberapa orang terhenyak meragukan kemampuan polisi Prancis dalam menembak. Lubang-lubang bekas peluru yang diarahkan ke bagian depan truk nyaris tak satupun yang mengenai lokasi setir, tempat pelaku mengendarai truk maut itu.

Dari beberapa foto yang beredar, nampak jelas peluru tersebut hanya menyasar ke bagian penumpang. Hanya terdapat 13 peluru yang berhasil melubangi kaca, namun posisinya masih jauh dari posisi sopir. Bandingkan dengan kaca di bagian penumpang, yang lebih banyak bekas lubang peluru polisi. Temuan itu membuat publik sedikit meragukan kemampuan menembak polisi.

Bekas lubang peluru tersebut menjadi perdebatan di pelbagai forum militer seluruh dunia. Jepretan tersebut sempat disangka hoax, namun setelah dilakukan penelusuran, ternyata foto itu gambar asli.

Seperti dikutip dari merdeka.com, Semua foto di berbagai media menunjukkan kaca pengemudi utuh. Situs intelijen militer asal Israel, DEBKAfiles meyakini aksi teror tersebut sudah dipersiapkan dengan matang. Di mana kaca depan truk sudah diganti dengan kaca antipeluru, alhasil pelaku tetap selamat meski banyak tembakan yang diarahkan polisi.

Kondisi itu terlihat dengan tidak semua peluru yang berhasil melubangi kaca dan masuk ke bagian dalam truk. Bahkan, tembakan yang dilancarkan polisi tak membuat kaca truk maut itu retak. Jika bukan kaca antipeluru, DEBKAfiles menduga pelaku memakai plastik yang juga antipeluru.

Sementara, seorang sumber DEBKAfiles di kepolisian, yang mengaku sudah bertugas beberapa tahun dan ikut serta dalam pengamanan itu mengatakan, senjata yang dipakai sangat tidak efektif untuk menembus kaca truk, di mana diyakini sudah terpasang kaca antipeluru. Alhasil, pelbagai tembakan dari pistol milik polisi Nice gagal menghentikan kecepatan truk, hingga berhasil membunuh banyak orang.

Advertiser