Minggu, 14 Agustus 2016

Hati-hati! Jebakan Cicilan Nol Persen Tokopedia

Cahgalek.com - Berbicara perusahaan E-Commerce paling terkenal di Indonesia saat ini, mungkin Tokopedia dan Bukalapak. Kedua perusahaan ini bersaing ketat menarik konsumen dengan menghadirkan promo-promo.

Banyak promo yang di hadirkan oleh dua perusahaan ini, seperti gratis ongkos kirim, cash back, buat pemegang kartu kredit ada cicilan nol persen dan lainnya. Salah satu promo yang paling di gemari para shopper mungkin CICILAN NOL PERSEN.

Tapi, admin cahgalek ada pengalaman pahit saat belanja di tokopedia dengan promo cicilan nol persen. Kali ini akan kami share, agar kamu para shopper bisa lebih hati-hati.

Selama saya pegangang kartu kredit, saya belum pernah melakukan program cicilan di luar bank. Biasanya saya selalu menghubungi call center bank bila ingin membuat cicilan.

Bulan Mei 2016 saya belanja di tokopedia dan saya putuskan ikut program cicilan nol persen. Total belanja saya adalah Rp 3.005.000 dengan angsuran bulanan Rp 250.417.

Bulan Juni tagihan kartu kredit masuk ke email. Saya kaget, kenapa tagihan tokopedia saya di tagih full paymen padahal ikut program cicilan.
Sebelum menghubungi layanan konsumen @tokopediacare di twitter, saya screeching di google.com masalah cicilan nol persen di tokopedia. Dan saya menemukan jawaban langsung dari situs tokopedia. "Jika tertagih penuh, kamu tidak perlu khawatir karena tagihan akan diubah dalam bentuk cicilan pada bulan berikutnya. Silakan membayar saat tagihan sudah diubah ke cicilan," itu yang tertulis di situs tokopedia.com.
Karena saya mendapat jawaban seperti itu, saya putuskan tidak menghubungi layanan konsumen @tokopediacare di twitter. Tapi untuk antisipasi, saya bayar tagihan kartu kredit cuma Rp 320.000.

Kaget bukan kepalang, tagihan bulan Juli 2016 masih bentuk full paymen dan saya kena bisa interest billed Rp 92.514.
Saya langsung menghubungi pihak bank, dan saya menanyakan kenapa tagihan saya full paymen, padahal saya ikut program cicilan nol persen tokopedia. Pihak bank menjawab, saya disuruh komplin/menghubungi tokopedia.

Saya menghubungi @tokopediacare dan katanya akan ditindak lanjuti. Selang dua minggu pihak tokopedia mengatakan bahwa sudah dirubah ke cicilan. Untuk memastikan saya menghubungi pihak bank, dan katanya sudah di rubah ke cicilan. Tapi untuk antisipasi, saya tetap bayar tagihan dan saya bayar Rp 300.000.

Bulan Agustus 2016 tagihan masuk email lagi, dan memang benar sudah di rubah ke cicilan. Tapi saya merasa di rugikan karena biaya intetest billed Rp 92.514 dan biaya lainnya.
Pengalaman itu seakan menyuruh saya untuk lebih berhati-hati mengunakan promo cicilan nol persen tokopedia yang menjebak.

Alangkah baiknya , tujuh hari sebelum tanggal cetak tagihan, kita menghubungi call center bank untuk memastikan apakah tagihan sudah dirubah ke cicilan tetap atau belum.

Jadi intinya, jangan percaya 100 persen sama pihak tokopedia. Kita pastikan langsung sama pihak bank biar cicilan nol persen tokopedia benar-benar kita nikmati tanpa denda dan biaya lainnya. Oke

Advertiser