Rabu, 03 Agustus 2016

Heboh Mie 'Bikini', Dengan Tagline 'Remas Aku'

Cahgalek.com - Dunia maya heboh dengan munculnya cemilan bihun instant produksi Cemilindo, yang diberi nama ‘Bikini’ di toko online. Bikini alias ‘Bihun Kekinian’ merupakan bihun instant yang dibungkus dengan kemasan  bergambar tubuh wanita berbikini.
Dalam kemasan itu juga ditambahi tulisan ‘remas aku’ lengkap dengan tanda hati di sampingnya. Mi Bikini adalah produk makanan ringan dari bihun dan memiliki empat rasa, pedas, balado, pizza dan jagung bakar dan lebih banyak dijual melalui online shop.

Harga yang ditawarkan kepada calon pembeli Rp20 ribu per bungkusnya. Kabid Pemenuhan Hak Anak dari Lembaga Perlindungan Anak Indonesia, Reza Indragiri Amriel, mengkritik cara pemasaran yang dilakukan Cemilindo.
"Persepsi orang-orang dewasa akan integritas tubuh sudah menyimpang jauh. Tak aneh jika persepsi anak akan hal yang sama juga akan terdistorsi," ujar Reza di Jakarta, Rabu (3/8/2016), dikutip dari poskotanews.
Menurutnya, bentuk pemasaran dengan penamaan tersebut secara langsung telah merusak anak, sehingga bisa mendorong mereka untuk melakukan perbuatan yang tidak senonoh.

Mulai dari gaya busana, gaya berelasi antarjenis kelamin, hingga melakukan hubungan seksual pra-nikah. "Kian mengenaskan karena ada logo halal di pojok kanan atas kemasan. Halal terkerdilkan menjadi sebatas bahan baku produk di dalam kemasan, bukan pada keseluruhan produk. Andai produsen tersebut berupaya mendapat sertifikat halal resmi, saya berharap MUI tidak meloloskannya,” tutup Reza.

Sementara itu, Ketua Pengurus Harian Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia Tulus Abadi juga memprotes produk makanan ringan bermerek Bikini atau Bihun Kekinian.

Tulus mengatakan merek makanan yang dijual di media sosial tersebut tidak senonoh. "Itu adalah sebuah produk makanan ringan (mi instan) dengan tajuk yang sangat tidak edukatif bahkan tak senonoh," kata Tulus melalui keterangan resminya, Rabu, 3 Agustus 2016, dikutip dari tempo.co.

YLKI memprotes peredaran produk tersebut dan minta produk segera ditarik dari pasaran. Tulus meminta Badan Pengawas Obat dan Makanan Republik Indonesia untuk memberikan teguran keras kepada produsen.

Selain itu, Tulus meminta agar segala bentuk penjualan lewat media sosial segera ditutup. "Penjualan via online, khususnya yang via www.olx.com dan Bukalapak.com, agar segera dihentikan. Konsumen pun tak usah membeli produk makanan seperti itu, khususnya anak-anak," kata Tulus.

Sementara itu, Kepala Balai Besar Pemeriksa Obat dan Makanan (BBPOM) Bandung Abdul Rahim mengakau sudah mengetahui perihal peredaran snack Bikini tersebut. Pihaknya tengah melakukan penelusuran produsen makanan ringan itu. "Kami masih menelusuri, belum ketemu produsennya. Yang menjual secara online itu agak sulit, karena yang bersangkutan tidak menulis alamatnya," katanya, Rabu (3/8/2016), dikutip dari detik.com.

Ia menegaskan produk olahan makanan ringan Bikini itu ilegal. Pasalnya, sambung dia, pemerintah tidak mungkin menerbitkan izin edar terhadap olahan pangan yang memiliki kemasan seperti itu. "Kami pastikan itu ilegal enggak ada izin edarnya. Saya sudah tanya ke Disperindag Kota Bandung itu enggak ada izinnya," jelas dia.

Abdul mengatakan banyak menerima aduan terkait peredaran makanan ringat tersebut di medsos. Namun, dari aduan dan informasi dari masyarakat belum membuat titik terang terkait keberadaan produsennya. "Kami imbau masyarakat jangan beli, karena itu ilegal. Kalau ada yang tahu keberadaan produsennya kami harap melapor," ujar dia.

Advertiser